Kuansing – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di wilayah Trans, Desa Pasir Emas (F7), Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan informasi masyarakat, kegiatan tersebut diduga menggunakan alat berat jenis excavator hijau merek Kobelco.
Tim media yang menelusuri lokasi pada Minggu (09/11/2025) menemukan satu unit excavator tengah beroperasi, mengupas tanah dan mengumpulkan material yang diduga akan diolah menggunakan mesin dompeng. Seorang pekerja di lokasi mengaku alat berat itu milik Sutoyo, mantan anggota DPRD Kuansing dari Partai Golkar.
“Iya, alat itu milik Pak Sutoyo. Kami hanya bekerja di sini,” ujar pekerja tersebut.
Ketua LP KPK Kuansing, Wirman, menyayangkan jika benar alat berat itu milik mantan anggota dewan. Ia menilai hal tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat dan menunjukkan lemahnya penegakan hukum terhadap praktik tambang ilegal.
“Seharusnya menjadi contoh, bukan justru terlibat dalam aktivitas yang merusak lingkungan,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi, Sutoyo membenarkan kepemilikan alat berat tersebut, namun membantah mengetahui penggunaannya untuk aktivitas tambang emas ilegal.
“Alat berat itu memang punya saya, tapi saya tidak tahu digunakan untuk apa. Katanya untuk merapikan kaplingan dan menimbun tanah,” jelasnya.
Meski demikian, keterangan di lapangan menunjukkan excavator tersebut digunakan untuk kegiatan pengupasan tanah yang berkaitan dengan penambangan emas ilegal. Warga menyebut aktivitas PETI di wilayah itu tetap berlangsung meski aparat kerap melakukan razia.
“Razia sering, tapi habis itu main lagi. Lingkungan malah makin rusak,” keluh Wirman.
Aktivitas tambang emas ilegal melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengancam pelaku dengan pidana penjara maksimal lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar.
Wirman mendesak aparat penegak hukum, khususnya Dirkrimsus Polda Riau, untuk menindak tegas para pelaku dan pemodal di balik aktivitas tambang ilegal tersebut agar menimbulkan efek jera.
Sumber Siagaonline.com







