Dr.drh.H Chaidir.MM Berpulang Setelah Sembilan Hari Dirawat

Rabu, 19 November 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) Dr. drh. H. Chaidir, MM yang juga tokoh masyarakat Riau meninggal dunia.di Rumah Sakit Prima Pekanbaru, Selasa (18/11/2025) sekitar pukul 17.43 WIB.

Sebelumnya almarhum sempat menjalani penanganan medis karena sakit dan dirawat sekitar sembilan hari. Dalam status perawatan, almarhum masih sempat menulis di hpnya, tentang beberapa hal. Antara lain tentang OTT (Operasi Tangkap Tangan) Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyampaikan duka mendalam atas wafatnya almarhum. “Saya atas nama pribadi dan Pemprov Riau turut berdukacita atas wafatnya tokoh masyarakat Riau,'” kata SF.

Kami, lanjutnya, tentu Riau sangat kehilangan salah satu tokoh masyarakat terbaik Pak Chaidir. Beliau memiliki kontribusi besar dalam pembangunan Provinsi Riau. Selain pemikirannya yang tajam, beliau juga dikenal sangat kritis dalam memberikan masukan positif bagi pemerintah.

SF Hariyanto turut mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kemudian keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. “Mari kita berdoa semoga almarhum husnul khatimah, dan ditempatkan di tempat terbaik bersama orang-orang saleh oleh Allah SWT,” doanya.

Kepergian Dr. drh. H. Chaidir, MM meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar FKPMR, masyarakat Riau, serta semua pihak yang pernah bekerja dan berjuang bersama beliau. Semoga segala amal baiknya menjadi pahala dan keteladanan bagi generasi penerus.

Untuk diketahui, mantan Ketua DPRD Provinsi Riau dua periode 1999-2004 dan 2004-2009 itu wafat pada usia 73 tahun. Almarhum lahir di Kabupaten Rokan Hulu pada 29 Mei 1952, dikenal sebagai sosok cendekia yang berpengaruh dalam dinamika sosial dan politik di Provinsi Riau.

Almarhum menyandang gelar Doktor, Magister Manajemen (MM), serta Sarjana Kedokteran Hewan dan meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude pada tahun 2017.

Almarhum memimpin FKPMR selama beberapa periode. Pada Juli 2025 lalu, ia kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum untuk masa khidmat 2025-2030. Di bawah kepemimpinannya, FKPMR menjadi wadah perjuangan hak-hak masyarakat Riau sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Di politik, almarhum pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Riau dan Ketua DPRD Provinsi Riau. Perannya di lembaga legislatif menjadikannya salah satu figur yang sering memberikan pandangan kritis dan konstruktif terkait pembangunan daerah.

Chaidir juga tercatat aktif di berbagai organisasi, antara lain sebagai Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Riau (2010–2013), Ketua Umum Asosiasi Provinsi PSSI Riau (2013–2017), serta pembina di sejumlah institusi pendidikan, termasuk Politeknik Chevron Riau.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua FKPMR, ia sering menekankan pentingnya memilih pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat Kontribusinya yang luas menjadikannya figur yang dihormati di berbagai kalangan, baik birokrat, politisi, akademisi, maupun tokoh adat.

Di bidang kebudayaan dan kesenian, Almarhum juga dikenal sebagai budayawan, penulis buku, nara sumber berita dan terkadang membuat serta membaca puisi. Hingga ajal merenggutnya, Almarhum tercatat sebagai salah satu Dewan Suro Panggung Toktan (PT) Riau. Di PT, Chaidir beberapa kali menjadi nara sumber kebudayaan dan membahas masalah kesenian.secara global.

Almarhum akan dimakamkan Rabu (19/11/25), tapi belum jelas apakah dimakamkan di Pekanbaru atau di tanah kelahirannya, Rokan Hulu. (Rls)

:

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru