Komitmen Kapolres Siak: Siap Proses Semua Laporan dan Pastikan Penanganan Kasus Transparan

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siak, Riau – Rangkaian dugaan tindak pidana yang terjadi di kebun kelapa sawit milik Pemerintah Daerah yang dikelola Koperasi Olak Mandiri, Kampung Olak, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, bermula dari peristiwa pada Kamis, 19 Februari 2026 sekitar pukul 12:00 WIB.

Berdasarkan keterangan pelapor, insiden tersebut diawali dengan dugaan penghadangan yang berujung pada penganiayaan ringan. Korban disebut mengalami luka di bagian tangan akibat cakaran dan terjatuh dari sepeda motor.

Dalam laporan yang disampaikan ke Polsek Sungai Mandau, pelapor juga mengungkap bahwa insiden tersebut sempat direkam oleh pihak terlapor. Rekaman itu kemudian dikirimkan melalui pesan pribadi kepada keluarga korban. Namun, video yang diterima diduga telah dipotong sehingga tidak memperlihatkan secara utuh peristiwa saat kedua korban, suami-istri, terjatuh dari sepeda motor.

Peristiwa itu kemudian diikuti sejumlah kejadian lain. Pada 21 Februari 2026 malam, korban mengaku mengalami gangguan berupa aktivitas karaoke dengan suara keras di sekitar rumahnya.

Malam berikutnya, saluran listrik rumah korban dilaporkan diputus, disertai pelemparan atap oleh orang tak dikenal.
Selanjutnya, pada 4 hingga 5 Maret 2026, pelapor juga mengungkap dugaan pengambilan paksa sejumlah barang, yakni satu unit sepeda motor Supra X 125, serta satu unit televisi dan kulkas.

Seluruh rangkaian kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan disebut telah diketahui oleh jajaran Polsek Sungai Mandau.
Seiring berjalannya waktu, penanganan kasus ini kini memasuki tahap lanjutan. Penyidik telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) A2 dengan Nomor: B/17/III/Res.1.6./2026 tertanggal 18 Maret 2026, yang diterima pelapor pada 26 Maret 2026.

Penerbitan SP2HP A2 menandakan proses penyidikan terus berjalan dan mengarah pada pendalaman unsur pidana dalam perkara tersebut.

Sejauh ini, penyidik telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya pemeriksaan saksi-saksi, visum et repertum terhadap korban di Puskesmas Sungai Mandau, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta gelar perkara di tingkat Polsek Sungai Mandau. Ke depan, gelar perkara juga direncanakan dilakukan di tingkat Polres Siak.

Selain laporan utama terkait dugaan penganiayaan, pelapor juga telah melaporkan dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial pada 3 Maret 2026. Sejumlah akun Facebook diduga menyebarkan ujaran yang merugikan pelapor dan disebut masih berlangsung.
Terkait dugaan pengambilan paksa barang, keluarga pelapor menyebut laporan sempat tidak diterima di Polsek Sungai Mandau karena dianggap berkaitan dengan laporan awal. Pelapor kemudian diarahkan untuk membuat laporan di Polres Siak.

Pelapor, Heppynes Hia, menyampaikan apresiasi atas penanganan perkara oleh pihak kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Sungai Mandau dan Polres Siak. Semoga proses ini berjalan transparan dan memberikan keadilan,” ujarnya, Kamis (26/03/2026).

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam menangani perkara tersebut. Ia menyebut, hingga saat ini pihaknya baru menerima laporan terkait dugaan penganiayaan ringan dan pencemaran nama baik.

“Kami baru menerima satu laporan terkait dugaan penganiayaan ringan dan pencemaran nama baik, sesuai dengan SP2HP yang telah dikirimkan,” jelasnya.
Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap laporan tambahan dari masyarakat.

“Silakan, kami melayani pelapor. Jika ada peristiwa lain yang belum dilaporkan, baik di Polsek Sungai Mandau maupun di Polres Siak, pasti akan diproses,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk terus memantau perkembangan kasus serta memastikan pelayanan terhadap pelapor berjalan optimal.

Di sisi lain, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tidak berspekulasi sebelum adanya putusan hukum tetap.

Pihak keluarga pelapor berharap seluruh laporan yang telah disampaikan dapat diproses secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Perkembangan kasus ini pun akan terus dipantau dan disampaikan kepada publik sesuai prosedur hukum serta prinsip keterbukaan informasi.(Rls)

Berita Terkait

Jembatan Garuda Mulai Dibangun, Harapan Baru Akses dan Ekonomi Warga Sukaraja
Festival Perahu Beganduang 2026: Harmoni Budaya yang Menghangatkan Hati di Tepian Muko Lobua
Sinergi Dukcapil dan Pengadilan Negeri Teluk Kuantan Hadirkan Layanan Adminduk Terintegrasi
Klinik Terapung Polres Kuansing Layani Kesehatan Gratis di Pasar Modern Teluk Kuantan
Di Tengah Tantangan Keuangan, Bupati Kuansing Tetap Prioritaskan Kesejahteraan Pegawai
Bupati Kuansing Sidak Hari Pertama Kerja, Pastikan Layanan Publik Prima Pasca Lebaran
Polsek Singingi Tertibkan PETI di Muara Lembu, Satu Unit Rakit Dimusnahkan
Polres Kuansing Bergerak Cepat, Tiga Rakit PETI di Jantung Kota Teluk Kuantan Dimusnahkan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:25 WIB

Jembatan Garuda Mulai Dibangun, Harapan Baru Akses dan Ekonomi Warga Sukaraja

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:02 WIB

Komitmen Kapolres Siak: Siap Proses Semua Laporan dan Pastikan Penanganan Kasus Transparan

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:37 WIB

Festival Perahu Beganduang 2026: Harmoni Budaya yang Menghangatkan Hati di Tepian Muko Lobua

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:09 WIB

Sinergi Dukcapil dan Pengadilan Negeri Teluk Kuantan Hadirkan Layanan Adminduk Terintegrasi

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:41 WIB

Klinik Terapung Polres Kuansing Layani Kesehatan Gratis di Pasar Modern Teluk Kuantan

Berita Terbaru