Proyek Pamsimas di Tebing Tinggi Diduga Terbengkalai, Berpotensi Rugikan Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTAN SINGINGI – Proyek pembangunan tower air dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, yang bersumber dari APBD Kuansing Tahun 2025, diduga terbengkalai dan hingga kini belum dapat difungsikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan menunjukkan pekerjaan belum rampung. Struktur menara air terlihat belum diplester dan dicat, sementara instalasi perpipaan juga belum terpasang. Fakta ini memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan proyek tidak berjalan sesuai dengan kontrak maupun target penyelesaian yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, proyek yang mangkrak ini turut menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerugian daerah yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran pun mencuat, seiring fasilitas yang seharusnya sudah dapat dimanfaatkan masyarakat justru belum bisa digunakan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kuantan Singingi, Ade Fahrer, ST, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kondisi proyek tersebut.

“Saya akan cek terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan anggota di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat (pokmas) dan didanai dari APBD,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (31/03/2026).

Ade menjelaskan, keterlambatan penyelesaian proyek disebabkan keterbatasan anggaran. Hingga Desember 2025, dana yang disalurkan baru mencapai 70 persen, sehingga pokmas belum dapat menuntaskan pekerjaan.

“Dinas PUPR sebenarnya sudah mengajukan pencairan tahap II sebesar 30 persen pada 4 Desember 2025. Namun, karena keterbatasan anggaran pemerintah daerah, pencairan tersebut belum dapat direalisasikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, sisa anggaran proyek tersebut masuk dalam skema tunda bayar tahun 2026. Adapun pekerjaan yang belum terselesaikan meliputi pemasangan sambungan rumah serta finishing menara

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru