TELUK KUANTAN – Angin kencang yang melanda kawasan Sinambek, Kelurahan Sungai Kering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (3/10/2026) siang, nyaris memakan korban jiwa. Persis di jalur menuju Masjid Agung, tepat saat warga hendak menunaikan sholat Zuhur, papan reklame tumbang, tiang listrik patah, dan kabel melilit bahaya di jalan raya.
Seorang warga yang mengendarai sepeda motor menuju ibadah menjadi korban langsung. Lehernya tersangkut kabel yang terjuntai akibat tiang patah. Dalam keadaan terluka, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Belum cukup itu, sebuah mobil yang melaju dari arah Pekanbaru juga terjaring kabel yang melintang di jalan, menambah kepanikan di lokasi.
“Saya lihat sendiri: angin tiba-tiba mengamuk, papan reklame besar tumbang, tiang listrik patah menjulang ke jalan. Warga naik motor kena kabel di leher. Mobil dari Pekanbaru juga tersangkut kabel,” ungkap warga yang menyaksikan langsung, dengan suara masih bergetar.
Kejadian ini memicu pertanyaan tajam dari masyarakat. Papan reklame yang tumbang itu kini disorot: siapa pemiliknya? Apakah sudah memiliki izin resmi? Apakah dibangun sesuai standar keselamatan?
“Kami tidak tahu pasti, apakah reklame itu punya izin atau tidak. Tapi kalau sudah merenggut nyawa hampir saja, siapa yang bertanggung jawab?” tambah warga lain, penuh kekhawatiran.
Warga menuntut agar instansi berwenang segera memeriksa legalitas dan kelayakan papan reklame tersebut. Jangan sampai keselamatan publik dipertaruhkan demi kepentingan segelintir pihak.
Menyusul kejadian, petugas PLN Cabang Teluk Kuantan segera turun ke lokasi. Tim bergerak cepat memastikan keamanan, memutus aliran listrik yang berbahaya, dan melakukan perbaikan agar kondisi kembali aman.
Namun bagi warga, pertanyaan tetap menggantung: apakah ini peringatan yang akan diabaikan lagi? Atau baru setelah ada korban nyata, aturan keselamatan baru ditegakkan?
Masyarakat menunggu jawaban dari pemerintah daerah.







