PETI di Solok Selatan Kembali Marak, Excavator Hancurkan Lahan Pertanian, Kapolda Sumbar Diharapkan Turun Tangan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 04:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok Selatan | Kamis, 28 Agustus 2025 – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di Kabupaten Solok Selatan. Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah excavator beroperasi bebas di kawasan pertanian milik warga di Jorong Sungai Penuh Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari. Lahan yang sebelumnya menjadi sumber pangan masyarakat kini beralih fungsi menjadi tambang emas ilegal.

Akibat galian tambang, areal persawahan berubah menjadi kubangan penuh lumpur dengan genangan air keruh. Aktivitas ini bahkan meluas hingga ke sepanjang aliran Sungai Batanghari, menimbulkan kekhawatiran serius akan rusaknya ekosistem sungai dan lingkungan sekitar.

Padahal, aktivitas PETI di kawasan ini sempat terhenti beberapa waktu lalu. Penertiban gencar dilakukan aparat kepolisian menjelang pelaksanaan Event Nasional Pacu Jalur di Kuansing, Riau. Namun kini, kegiatan tambang ilegal kembali marak, seolah tidak ada lagi hambatan berarti di lapangan.

Seorang warga yang ditemui di lokasi mengungkapkan rasa kecewanya.

> “Sempat tiarap gara-gara gencar penertiban dalam menghadapi Event Nasional Pacu Jalur di Kuansing, sekarang sudah mulai lagi,” ujarnya.

 

Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pembiaran, bahkan kemungkinan keterlibatan oknum dalam beroperasinya PETI. Sulit dibayangkan keberadaan sejumlah excavator dapat bekerja secara terbuka tanpa sepengetahuan pihak berwenang.

Masyarakat menilai, jika aparat serius, aktivitas PETI bisa ditertibkan secara tuntas. Hal ini terbukti saat operasi penindakan dilakukan sebelumnya, yang membuat aktivitas PETI sempat berhenti total.

Warga berharap Kapolda Sumatera Barat segera turun tangan dan mengambil langkah tegas menghentikan aktivitas tambang ilegal ini. Sebab, alih fungsi lahan pertanian menjadi tambang emas bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata terhadap ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, serta masa depan generasi mendatang di Solok Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi Kapolda Sumatera Barat dan Polres Solok Selatan terkait maraknya kembali aktivitas PETI tersebut.

Berita Terkait

Dekat dengan Masyarakat, Polres Kuansing Ajak Pelajar hingga Petugas Lapas Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
Kapolres Kuansing Bersama Insan Pers Tanam Pohon, Wujudkan Green Policing Peduli Lingkungan
Coffee Morning Kapolres Kuansing Bersama Rekan Media, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Warga Resah, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan Lindung Kipek Diduga Libatkan Banyak Alat Berat dan Setoran ke Oknum APH
Diduga Milik Topriadi dan Nass alias Karunai, Aktivitas PETI Gunakan Ekskavator Kembali Disorot Warga
Mengejutkan, PETI di Tigo Lurah Diduga Kian Marak, Warga Ungkap Dugaan Transaksi Narkotika di Lokasi Tambang
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Razia Gabungan Ops Keselamatan LK 2026, Polres Kuansing Ajak Masyarakat Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:54 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Polres Kuansing Ajak Pelajar hingga Petugas Lapas Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:07 WIB

Kapolres Kuansing Bersama Insan Pers Tanam Pohon, Wujudkan Green Policing Peduli Lingkungan

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:03 WIB

Coffee Morning Kapolres Kuansing Bersama Rekan Media, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 Februari 2026 - 03:03 WIB

Warga Resah, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan Lindung Kipek Diduga Libatkan Banyak Alat Berat dan Setoran ke Oknum APH

Kamis, 5 Februari 2026 - 02:59 WIB

Diduga Milik Topriadi dan Nass alias Karunai, Aktivitas PETI Gunakan Ekskavator Kembali Disorot Warga

Berita Terbaru