Niko dan Suli Disebut “Mafia” Emas Ilegal di Solok, Aparat Dinilai Tutup Mata

Senin, 8 September 2025 - 04:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok – Gunung, sungai, hingga lahan pertanian warga di Kabupaten Solok kian porak-poranda oleh aktivitas tambang emas ilegal. Dari Nagari Aie Luoh Jorong Kipek, Supayang, Sirukam, Simanau, Rangkiang Luluih, sampai Sumiso—alat berat dan mesin dompeng beroperasi hampir tanpa jeda. Seolah-olah, hukum di wilayah ini mati suri.

Di balik hiruk-pikuk mesin penyedot emas, nama dua sosok mencuat sebagai “raja kecil” yang mengendalikan bisnis kotor ini: Niko di Nagari Kipek dan Suli di Nagari Supayang. Keduanya disebut-sebut masyarakat sebagai otak dari lingkaran mafia emas ilegal yang terstruktur rapi di Kecamatan Tigo Lurah hingga Samo Payung Sakaki.

Jejaring Mafia yang Tak Tersentuh

Hasil penelusuran lapangan menunjukkan, tambang emas ilegal di Solok tidak dijalankan secara sporadis. Ada skema yang jelas: buruh kasar hanya bekerja sebagai “kaki tangan”, sementara keuntungan besar mengalir ke segelintir orang yang bermain di balik layar.

“Kalau soal emas ilegal di sini, tidak bisa lepas dari nama Niko dan Suli. Semua orang tahu itu, tapi tidak ada yang berani bicara keras,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kuat dugaan, jejaring ini mendapat perlindungan dari oknum-oknum tertentu, sehingga aktivitas tambang terus berjalan mulus meski sudah berkali-kali disorot publik.

Lingkungan Rusak, Warga yang Menjerit

Apa dampaknya? Sungai keruh, sawah tertimbun lumpur, tanah longsor jadi ancaman, hingga konflik horizontal antarwarga yang sulit dihindarkan. Lahan produktif yang seharusnya jadi sumber hidup generasi mendatang berubah menjadi kubangan tambang rakus.

“Yang kaya itu-itu saja, yang sengsara rakyat kecil. Air minum keruh, lahan rusak, ikan mati. Tapi aparat pura-pura tidak melihat,” kata seorang tokoh masyarakat dengan nada getir.

Penegakan Hukum Setengah Hati

Yang paling ironis, penegakan hukum nyaris hanya sebatas wacana. Razia sesekali dilakukan, tapi tak ubahnya sandiwara: buruh kecil ditangkap, sementara aktor besar tetap duduk manis menikmati hasil jarahan emas.

Warga menilai aparat, baik di level daerah maupun provinsi, terlalu “ramah” terhadap mafia emas. Bahkan, isu bahwa ada setoran dan “pelicin” kepada oknum tertentu semakin menguat di tengah masyarakat.

“Kalau aparat serius, kenapa nama-nama seperti Niko dan Suli tidak pernah tersentuh? Jangan hanya tangkap operator dompeng, tapi biarkan mafia besar tertawa di belakang,” sindir seorang warga dengan nada marah.

Menunggu Nyali Aparat

Gelombang desakan publik makin besar. Masyarakat Solok menuntut aparat penegak hukum benar-benar berani memutus lingkaran mafia emas ilegal, bukan sekadar menjadikan rakyat kecil sebagai tumbal hukum.

Jika pembiaran ini terus berlangsung, bukan hanya lingkungan yang hancur, tapi juga martabat hukum di negeri ini. Kabupaten Solok berpotensi menjadi contoh telanjang bagaimana mafia emas bisa mengendalikan segalanya—bahkan menundukkan hukum.

Berita Terkait

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing
Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi
Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan
Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan
Merah Putih Berkibar di Hati Masyarakat, Sat Intelkam Polres Kuansing Bagikan Bendera Jelang HUT RI ke-81
Unggul di Enam Kategori, Polda Riau Juara Umum Ketahanan Pangan Polri
Jalan Benai Jadi Sorotan, Plt Bupati Kuansing Kejar Realisasi MoU ke Jakarta
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:03 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan

Berita Terbaru