Kapolres Solok Akui Tak Mampu Berantas PETI: Siapa “Mafia” di Balik Tambang Ilegal Kabupaten Solok?

Jumat, 12 September 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok – Instruksi Presiden Prabowo yang menegaskan agar Polri dan TNI menindak tegas aktivitas tambang ilegal di seluruh Indonesia seolah tidak berlaku di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Fakta di lapangan menunjukkan, Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) justru kembali marak, setelah sebelumnya sempat berhenti sementara.

Sejumlah titik rawan kini kembali dikuasai PETI, mulai dari Kecamatan Hilir Gumanti, Kecamatan Payung Sekaki, hingga Kecamatan Tigo Lurah. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: ada siapa sebenarnya di balik aktivitas tambang ilegal yang tak kunjung padam ini?

Kapolres Solok Akui Tak Mampu

Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, secara jujur mengakui pihaknya tidak mampu memberantas PETI tanpa keterlibatan pihak lain.

> “Sudah sering kita lakukan penertiban, tapi hasilnya tidak signifikan. Kalau hanya polisi yang bergerak, pasti akan berulang. Harus semua pihak, termasuk masyarakat, ikut terlibat,” ujarnya.

 

Pernyataan itu menegaskan bahwa Polri tidak berdaya menghadapi tambang emas ilegal, meskipun Presiden telah menginstruksikan pemberantasan total. Ironisnya, para pelaku justru berani kembali beroperasi, seolah mendapat “aba-aba” dari oknum tertentu yang diduga menikmati aliran UPETI dari bisnis haram ini.

Kejanggalan dan Dugaan “Pembiaran”

Situasi ini makin menambah panjang daftar dugaan pembiaran penegakan hukum di sektor pertambangan ilegal. Kuat dugaan ada indikasi keterlibatan jaringan “mafia” tambang, oknum aparat, hingga pihak tertentu di pemerintahan menjadi isu yang sulit dibantah, karena dirasakan, sehingga kerap tak tersentuh hukum.

PETI bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan juga ancaman nyata bagi lingkungan dan keadilan sosial. Sungai tercemar merkuri, lahan rusak parah, sementara masyarakat sekitar yang terdampak hanya bisa mengeluh tanpa perlindungan.

Siapa yang Bermain di Balik Layar?

Pertanyaan besarnya kini:

Mengapa tambang ilegal ini selalu bisa bangkit kembali meski sudah ditertibkan?

Benarkah ada oknum aparat dan pejabat yang ikut “bermain” agar roda bisnis haram ini terus berputar?

Apakah instruksi Presiden hanya menjadi slogan tanpa implementasi di lapangan?

Jika benar ada jaringan kuat yang melibatkan pengusaha tambang, oknum aparat, dan pihak di pemerintahan, maka PETI bukan lagi sekadar kejahatan lingkungan, melainkan persekongkolan besar yang merusak wibawa hukum negara.

Ujian Bagi Aparat dan Pemerintah

Pemberantasan PETI di Solok kini menjadi ujian integritas aparat penegak hukum. Jika dibiarkan, bukan hanya alam yang hancur, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap hukum dan pemerintah ikut terkikis.

Masyarakat kini menunggu jawaban tegas: apakah Polri, TNI, dan Pemda berani membongkar “mafia” tambang emas ilegal di Solok, atau justru ikut menjaga kepentingan gelap di baliknya?

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru