Polres Kuansing Gencar Sosialisasi Larangan PETI di Tiga Polsek

Senin, 15 September 2025 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTANSINGINGI, – Polres Kuantan Singingi bersama jajaran Polsek terus berupaya menekan maraknya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kuansing. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi serta penyebaran Maklumat Kapolres Kuansing tentang larangan PETI yang dilaksanakan serentak di beberapa wilayah hukum pada Senin, (15/9/2025).

Di Polsek Logas Tanah Darat, personel yang terdiri dari Bripka Ardiansyah dan Brigadir Reski SH melaksanakan penyebaran serta penempelan maklumat di Desa Perhentian Luas. Kepada masyarakat ditekankan agar tidak melakukan aktivitas PETI dan diminta untuk ikut menjaga lingkungan demi generasi mendatang.

Sementara itu, di Polsek Kuantan Mudik, kegiatan yang dipimpin Aipda Heri Yuspa dan Aipda Nofriyendi dilakukan di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar. Sosialisasi berlangsung bersama warga setempat dengan pesan utama bahwa PETI merusak ekosistem, membahayakan keselamatan, serta dapat menimbulkan bencana bagi masyarakat.

Hal serupa juga dilakukan di Polsek Cerenti. Aipda Sofian Hadi yang mewakili Kapolsek menyampaikan langsung kepada masyarakat tentang larangan keras melakukan PETI dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap aktivitas PETI.

“Kami dari Polres Kuansing bersama jajaran Polsek berkomitmen untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan. Aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak alam dan membahayakan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak terlibat dalam PETI serta bersama-sama menjaga lingkungan untuk diwariskan kepada anak cucu kita kelak,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa upaya preventif berupa sosialisasi dan penyebaran maklumat akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Namun demikian, apabila masih ditemukan masyarakat yang nekat melakukan PETI, Polres Kuansing tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar dan mendukung langkah kepolisian dalam memberantas aktivitas pertambangan emas ilegal di Kabupaten Kuantan Singingi.

Sumber: Humas Polres Kuantan Singingi

Berita Terkait

Dekat dengan Masyarakat, Polres Kuansing Ajak Pelajar hingga Petugas Lapas Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
Kapolres Kuansing Bersama Insan Pers Tanam Pohon, Wujudkan Green Policing Peduli Lingkungan
Coffee Morning Kapolres Kuansing Bersama Rekan Media, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Warga Resah, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan Lindung Kipek Diduga Libatkan Banyak Alat Berat dan Setoran ke Oknum APH
Diduga Milik Topriadi dan Nass alias Karunai, Aktivitas PETI Gunakan Ekskavator Kembali Disorot Warga
Mengejutkan, PETI di Tigo Lurah Diduga Kian Marak, Warga Ungkap Dugaan Transaksi Narkotika di Lokasi Tambang
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Razia Gabungan Ops Keselamatan LK 2026, Polres Kuansing Ajak Masyarakat Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:54 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Polres Kuansing Ajak Pelajar hingga Petugas Lapas Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:07 WIB

Kapolres Kuansing Bersama Insan Pers Tanam Pohon, Wujudkan Green Policing Peduli Lingkungan

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:03 WIB

Coffee Morning Kapolres Kuansing Bersama Rekan Media, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 Februari 2026 - 03:03 WIB

Warga Resah, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan Lindung Kipek Diduga Libatkan Banyak Alat Berat dan Setoran ke Oknum APH

Kamis, 5 Februari 2026 - 02:59 WIB

Diduga Milik Topriadi dan Nass alias Karunai, Aktivitas PETI Gunakan Ekskavator Kembali Disorot Warga

Berita Terbaru