Alat Berat Kembali Berpesta di Lokasi PETI: Publik Pertanyakan Ketegasan APH Kuansing

Senin, 1 Desember 2025 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing — Dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di perbatasan Jake dan F10 kembali mencuat setelah satu unit alat berat merek Cobeleco terpantau bebas beroperasi pada Minggu, 30 November 2025. Seolah tanpa hambatan, alat berat tersebut melakukan pengupasan lahan sekaligus mengeruk material batu yang kabarnya dijual untuk keperluan pembangunan jalan. Dari informasi lapangan, alat ini disebut-sebut sudah sering ‘keliling proyek’ di wilayah Kecamatan Singingi hingga Jake, dan diduga milik salah seorang warga Logas yang namanya tak asing dalam percakapan seputar tambang ilegal.

Sementara masyarakat semakin resah dengan dampak lingkungan yang mulai terasa, aktivitas ilegal ini justru tampak berjalan mulus—seolah hukum bisa dinegosiasikan, dan aturan tinggal slogan tanpa makna.

Sorotan Publik Semakin Tajam

PETI bukan lagi isu baru di Kuantan Singingi. Namun maraknya penggunaan alat berat di lokasi-lokasi terbuka membuat publik mempertanyakan satu hal: di mana ketegasan aparat penegak hukum?

Di tengah derasnya kritik publik, fakta di lapangan justru menunjukkan tanda tanya besar. Aktivitas alat berat yang beroperasi secara terang-terangan menimbulkan kesan bahwa pengawasan hukum melemah, bahkan terkesan kalah cepat dibandingkan jaringan PETI yang kian masif.

Setoran, Rahasia Umum yang Menyisakan Luka

Di tengah kekesalan warga, beredar luas cerita lama yang terus menjadi bisik-bisik: adanya uang setoran kepada oknum tertentu yang diyakini menjadi pemantik suburnya PETI di daerah ini. Walau belum dapat dibuktikan secara terbuka, kabar tersebut telah lama menjadi rahasia umum di tengah masyarakat.

Jika benar demikian, publik hanya dapat menyimpulkan bahwa akar persoalan PETI bukan sekadar pelaku di lapangan, tapi juga pada lemahnya integritas dalam pengawasan.

Masyarakat Mendesak APH Bertindak Nyata

Bagi masyarakat Kuansing, kesabaran sudah menipis. Mereka menuntut aparat penegak hukum tidak lagi menutup mata atau sekadar melakukan tindakan seremonial yang tak menyentuh inti masalah.

Alat berat beroperasi di tengah terang—itu bukan aktivitas tersembunyi. Jika masih dibiarkan, publik berhak bertanya: apakah hukum di Kuansing benar-benar masih bekerja?

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berusaha melakukan upayah konfimasi kepada APH setempat.

Berita Terkait

Dugaan Eksploitasi Pekerja, Kekerasan, hingga Intimidasi Menguat di Kebun Sawit Siak — Aparat Didesak Bertindak Tegas
Respon Cepat Polsek Hulu Kuantan atas Penemuan Mayat di Desa Tanjung Medang
Bupati Kuansing dan Kakan Kemenag Kuansing Silaturahmi ke Kediaman Dr. Syahlan di Pekanbaru
Bupati Kuansing : Jadikan Lebaran Momentum Menguatkan Sinergi dengan provinsi Riau
Kehangatan Idulfitri di Pendopo Bupati Kuansing: Warga Bersilaturahmi, Senyum Mengembang
Bupati Suhardiman Sampaikan Ranperda Perubahan OPD, Dorong Kinerja Pemerintahan Lebih Efektif
Malam Takbiran Bergema di Teluk Kuantan, Bupati Suhardiman Lepas Ribuan Peserta Pawai
Momentum Idul Fitri, Bupati Suhardiman Ingatkan Pentingnya Kepedulian Sosial
Berita ini 435 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Eksploitasi Pekerja, Kekerasan, hingga Intimidasi Menguat di Kebun Sawit Siak — Aparat Didesak Bertindak Tegas

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:33 WIB

Respon Cepat Polsek Hulu Kuantan atas Penemuan Mayat di Desa Tanjung Medang

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:26 WIB

Bupati Kuansing dan Kakan Kemenag Kuansing Silaturahmi ke Kediaman Dr. Syahlan di Pekanbaru

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:02 WIB

Bupati Kuansing : Jadikan Lebaran Momentum Menguatkan Sinergi dengan provinsi Riau

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:56 WIB

Kehangatan Idulfitri di Pendopo Bupati Kuansing: Warga Bersilaturahmi, Senyum Mengembang

Berita Terbaru