Bahaya Rokok Ilegal Merek Feloz, Diduga Diproduksi Arif Budiman Asal Payakumbuh, Ini Jenis-Jenisnya

Jumat, 22 Agustus 2025 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Barat – Peredaran rokok ilegal merek Feloz kian meresahkan masyarakat. Rokok yang diduga kuat diproduksi oleh Arif Budiman, seorang pengusaha asal Payakumbuh, Sumatera Barat, ini semakin mudah ditemui di berbagai wilayah, mulai dari pasar tradisional hingga warung kecil.

Harga murah menjadi daya tarik utama rokok Feloz, namun di balik itu tersimpan bahaya besar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain tidak memiliki pita cukai resmi, rokok ini diduga mengandung zat tambahan tertentu yang membuat penggunanya cepat kecanduan. Banyak perokok yang mengklaim rasa rokok Feloz lebih kuat dibanding rokok legal, meski dampaknya terhadap kesehatan jauh lebih berbahaya.

Modus Pita Cukai Ilegal

Peredaran Feloz tidak lepas dari praktik manipulasi pita cukai yang dilakukan secara sistematis demi keuntungan sepihak. Modus yang terungkap di lapangan antara lain:

1. Rokok polos tanpa pita cukai.
2. Rokok dengan pita cukai palsu.
3. Rokok dengan pita cukai bekas pakai.
4. Rokok dengan pita cukai salah peruntukan.
5. Rokok dengan pita cukai salah personalisasi.

Praktik ilegal ini memperlihatkan betapa terstruktur jaringan distribusi rokok Feloz, sehingga sulit terdeteksi aparat.

Jenis-Jenis Rokok Feloz di Pasaran

Beberapa varian yang beredar luas di pasaran antara lain: Feloz Biru, Feloz Bold, Feloz Sultan, Feloz Black, Feloz Pro, Feloz Pahit.

Semua jenis rokok tersebut dijual tanpa jaminan mutu dan kandungan bahan berbahaya yang jelas.

Ancaman Kesehatan dan Kerugian Negara

Menurut situs resmi Bea Cukai, rokok resmi wajib melewati proses pengawasan ketat serta uji kualitas. Sebaliknya, rokok ilegal seperti Feloz diduga sama sekali tidak melalui pengawasan tersebut. Kandungan di dalamnya berpotensi lebih berbahaya, dengan kadar tar, nikotin, logam berat, hingga bahan kimia beracun yang lebih tinggi.

Dampaknya bukan hanya merugikan negara karena kehilangan potensi penerimaan cukai, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama generasi muda. Rokok ilegal meningkatkan risiko penyakit pernapasan, jantung, bahkan kanker.

Himbauan untuk Masyarakat

Masyarakat dihimbau untuk tidak membeli, mengkonsumsi, maupun memperjualbelikan rokok merek Feloz dalam bentuk apapun. Jika menemukan peredarannya, segera laporkan ke pihak berwenang.

Harga murah dari rokok ilegal tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan. Bijaklah dalam memilih produk, karena keputusan hari ini menentukan masa depan kesehatan dan keselamatan bersama.

Sebelumnya masyarakat juga sudah mengungkapkan keresahannya usai mengkonsumsi rokok merek tersebut.

Seorang konsumen, Y (31), mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah mengisap rokok Feloz. “Awalnya saya tertarik karena harganya murah dan ada varian rasa mentol. Tapi setelah dicoba, malah batuk parah, mual, tenggorokan kering. Padahal kata teman enak, ternyata tidak bagi saya” Katanya

Hingga saat ini, Pihak Bea Cukai belum mengambil langkah konkrit terkait peredaran rokok jenis ini, Arif Budiman hingga berita ini diterbitkan awak dalam tahap konfimasi awak media.

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 417 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru