Pasca Pemberitaan PETI, Tambang Ilegal di Kabupaten Solok Diduga Kian Marak

Senin, 9 Februari 2026 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok —Meski telah berulang kali diberitakan dan viral di media sosial, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Solok diduga justru semakin meluas. Informasi yang diterima menyebutkan adanya penambahan alat berat jenis excavator di sejumlah lokasi tambang ilegal dalam wilayah hukum Polres Solok Arosuka.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat. Pada Minggu (8/2/2026), warga kembali mengirimkan dokumentasi video aktivitas PETI yang masih berlangsung. Mereka mempertanyakan lemahnya penindakan, meski aktivitas ilegal tersebut dilakukan secara terbuka dan telah lama menjadi sorotan publik.

Dampak PETI semakin dirasakan menjelang Ramadan. Sungai yang menjadi sumber air bersih warga dilaporkan tercemar, merusak lingkungan, mengganggu aktivitas ibadah, serta kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain itu, kerusakan jalan dan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah turut memperparah kondisi.

Aktivitas PETI dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya Arosuka, Sungai Durian, Sungai Lasi, Kayu Lawang, Batang Palangki, hingga Nagari Kipek. Seluruh informasi terkait pihak-pihak yang diduga terlibat masih bersifat dugaan dan belum terbukti secara hukum.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera melakukan penertiban tegas, terbuka, dan berkelanjutan. Jika aktivitas ilegal terus dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang hancur, tetapi juga kepercayaan publik terhadap negara.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Redaksi menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka ruang klarifikasi serta hak jawab sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru