Polsek Singingi Tanggapi Isu Puluhan Rakit PETI di Kebun Lado, Ternyata Hanya Dua Rakit Usang

Senin, 17 November 2025 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANSING — Polsek Singingi menegaskan komitmennya dalam memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukumnya. Senin (17/11/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, jajaran Polsek melakukan operasi penertiban di Sungai Mampek, Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Singingi, IPTU Azhari, itu merupakan tindak lanjut atas pemberitaan salah satu media online yang menyebut adanya aktivitas puluhan rakit PETI menggunakan alat berat di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, personel Polsek Singingi segera turun ke lapangan. Namun, setibanya di lokasi, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan seperti yang diberitakan.

“Kami hanya menemukan dua unit rakit PETI dalam kondisi tidak beroperasi. Diduga, rakit tersebut telah lama ditinggalkan para pelaku,” ujar Kapolsek Singingi, IPTU Azhari.

Selain itu, petugas juga tidak menemukan satu pun alat berat di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kawasan tersebut diduga sudah tidak lagi menjadi area pertambangan emas aktif.

Untuk mencegah agar lokasi itu tidak kembali digunakan oleh penambang liar, dua rakit yang ditemukan langsung dimusnahkan dengan cara dirusak dan dibakar di tempat.

IPTU Azhari menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk aktivitas PETI yang merusak lingkungan dan melanggar hukum.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi melakukan penambangan emas tanpa izin. Kegiatan tersebut sangat merusak lingkungan dan dapat berujung pada proses hukum,” tegasnya.

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru