KUANTAN SINGINGI – Santai namun penuh makna mewarnai suasana ngopi awak media dengan dua Pejabat Pemkab Kuansing Kepala Dinas Pertanian Deflides Gusni,SP M.Si dan Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau Dr. Trian Zulhadi,SE MEc di salah satu kedai coffe di Teluk Kuantan Kamis (18/12/2025).
Ngopi bareng secara kebetulan itu, dipenuhi tawa canda dan sesekali muncul humor dari sang Kadis sehingga membuat suasana di kedai coffe itu mendadak ramai. Disitu, awak media punya kesempatan menggali mimpi – mimpi dua pejabat Pemkab Kuansing dengan menyelipkan pertanyaan – pertanyaan ringan kepada kedua pejabat Kuansing tersebut. Kadis pertanian yang terbilang cukup menguasai strategi komunikasi dengan awak media, karena pengalamannya saat menjabat sebagai Camat di beberapa Kecamatan di Kuansing, sehingga ia tampak rilek menjawab lontaran pertanyaan awak media yang ingin menggali mimpi apa sebenarnya yang ada benaknya. Sepanjang suasana obrolan, tidak satupun kalimat yang keluar dari mulut pejabat Pemkab Kuansing itu yang dikoreksi, atau disempurnakan. Karena dari pengalaman awak media, biasanya, Pejabat Kuansing ketika ditodong pertanyaan, sebagian masih ada yang cendrul menjawab sedikit gagap, namun berbeda dengan dua pejabat Kuansing ini, mereka menjawab dengan canda, namun kalimatnya lugas.
Dari situ awak media dapat memahami kemampuan dua pejabat Pemkab Kuansing tersebut cukup mumpuni. sehingga awak media berpikiran, tidak salah Bupati Kuansing Dr. H Suhardimam Amby, MM menunjuknya sebagai Pejabat di Pemkab Kuansing.
Dr. Trian, panggilan akrab Kabag Ekonomi Setda Kuansing itu dikenal dengan gaya bicara yang terstruktur, dan sistematis. Tahapan bicaranya jelas dan terarah. Wajar saja, karena latar belakang profesinya sebagai seorang akademisi.
Sepanjang obrolan sambil menyeruput coffe, awak media mencoba menggali program unggulan dinas pertanian tanaman pangan dan holtikultura Kuansing, dengan melontarkan sebuah pertanyaan, apa mimpi pak kadis terhadap sektor pertanian? Seketika, tak butuh merenung untuk berpikir, Kadis langsung memberikan jawaban singkatnya tapi tegas dengan mengatakan mimpinya bagaimana petani Kuansing sejahtera.
” Mimpi saya, bagaimana petani Kuansing sejahtera,” ujar Deflides Gusni Kadis Pertanian tanaman pangan dan holtikultura Kuansing saat ngopi dengan awak media di Teluk Kuantan pada Kamis (18/12/2025).
Ditengah – tengah obrolan, Kabag Ekonomi Setda Kuansing Dr. Trian Zulhadi,SE MEc turut menambahkan idenya tentang bagaimana petani Kuansing dapat sejahtera. Ia memberikan formulasi atau strategi agar petani Kuansing bisa sejahtera yakni dengan mengoptimalkan program intensifikasi dan ektensifikasi. Perluasan areal pertanian masih perlu digalakkan. Dengan begitu apabila program intensifikasi atau upaya meningkatkan produksi dengan memaksimalkan potensi lahan atau faktor produksi yang sudah ada telah maksimal, namun produksi masih belum tercukupi, maka langkah menggalakkan program ektensifikasi bisa kita tempuh.
Pogram ektensifikasi itu, masih dipandang perlu untuk kita galakkan untuk menutupi ketersediaan pangan daerah. Sehingga kecukupan sumber pangan daerah kita, dapat terjamin, dan ketergantungan pangan ke daerah lain bisa berkurang. Untuk itu program ektensifikasi atau memperluas lahan atau sumber daya baru perlu perhatian kita.
” Iya, Saya kira, petani kita masih perlu mengoptimalkan program intensifikasi dan ektensifikasi, agar peningkatan produksi bisa tercapai maksimal. Lahan – lahan tidur atau belum tergarap masih cukup banyak di Kuansing, untuk itu melalui kelompok tani dan perseorangan lahan – lahan tersebut dapat diolah dan digarap, sehingga luasan lahan pertanian kita terus bertambah, harapannya hasil produksi akan dapat meningkat dapat memenuhi kebutuhan pangan daerah,” katanya.
Saat ini tambahnya, Kondisi ketersediaan pangan kita berkisar pada angka 85 persen, artinya untuk menutupi kebutuhan pangan daerah, kita masih membutuhkan suplai pangan dari luar daerah berkisar 15 persen. Ini tidak bisa kita pungkiri, daerah Sumbar masih menjadi penyuplai bahan pangan terbesar ke daerah kita. Untuk itu, salah satu strategi agar ketergantungan komoditas pangan kita ke daerah Sumbar berkurang, maka petani kita mau tidak mau harus bangkit, menggalakkan sektor pertanian selain sektor perkebunan dan peternakan.
Kabag Ekonomi Setda Kuansing, menyambut positif paparan Kadis pertanian tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar, program pertanian tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Acara ngopi seperti ini cukup erguna, untuk wadah koordinasi non formal agar kebijakan dan pelaksanaan program di lapangan bisa sejalan maksimal,” ujarnya.
Tak hanya berdiskusi, pertemuan ini juga menjadi ajang tukar ide. Beberapa masukan konstruktif mengalir, termasuk penguatan peran penyuluh pertanian dan optimalisasi pemanfaatan anggaran ikut diperbincangkan. Dengan komunikasi yang cair dan komunikatif, Dinas Pertanian dan Kabag Ekonomi Setda Kuansing optimistis sektor pertanian Kuansing akan semakin maju dan berkembang, melalui sentuhan program – program tepat sasaran. Harapannya, kolaborasi ini mampu mendorong kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.







