Tragedi PETI di Pasaman: Satu Nyawa Melayang, Pertanyaan Besar untuk Aparat

Rabu, 24 September 2025 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman – Tragedi mengerikan kembali terjadi di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terkait aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Seorang penambang berinisial AS meregang nyawa setelah tertimpa runtuhan batu di lokasi PETI Kenagarian Cubadak Barat pada 17 September 2025. Aktivitas PETI ini diduga melibatkan pemilik alat berat bernama Rambe dan pengelola lapagannya Uam

Masyarakat setempat mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum, khususnya Kapolsek Duo Koto, yang dinilai tutup mata terhadap aktivitas ilegal ini. Desakan agar Kapolda Sumbar segera mencopot Kapolsek Duo Koto semakin menguat.

PETI bukan hanya perusak lingkungan dan ancaman ekologis, tetapi juga mesin maut yang terus mengintai para pekerja di lapangan. Aktivitas PETI di Pasaman semakin marak, menggerus hutan, mencemari sungai, dan kini mengorbankan manusia.

Polda Sumbar telah berhasil mengungkap kasus PETI di Pasaman, dengan mengamankan beberapa pelaku dan barang bukti. Namun, pertanyaan besar tetap ada: berapa lagi korban yang harus jatuh sebelum aparat benar-benar bertindak ?

Warga setempat menuntut pemerintah dan aparat untuk hadir dan bertindak tegas terhadap PETI. “Nyawa manusia seakan tak ada nilainya di mata para cukong emas ilegal. Pemerintah dan aparat harusnya hadir, bukan malah absen,” ungkap salah seorang warga dengan nada geram.

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru