Warga Benai Resah, Konvoi Truk Sawit Ganggu Kenyamanan dan Keselamatan Warga

Sabtu, 1 November 2025 - 05:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Benai, Kuansing —Aktivitas konvoi truk pengangkut buah sawit yang setiap hari melintasi jalan perkampungan dan pemukiman warga di Desa Talontam, Kecamatan Benai, kini menjadi sumber keresahan serius bagi masyarakat.

Puluhan truk pengangkut sawit melintas setiap hari, dari siang hingga tengah malam, tanpa memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar. Suara bising mesin, debu tebal, dan risiko kecelakaan menjadi pemandangan yang hampir rutin di jalur perkampungan tersebut.

> “Kami bukan anti-investasi, tapi tolong jangan abai dengan masyarakat terdampak,” tegas Beni Primarta, S.IP, selaku Koordinator Kecamatan (Koorcam Benai) Dubalang Batang Kuantan yang juga menjabat sebagai Bidang Humas Ormas GRIB JAYA Kecamatan Benai.

 

Beni menyoroti bahwa aktivitas konvoi truk sawit ini menimbulkan berbagai persoalan serius, mulai dari:

Kemacetan: Konvoi truk besar sering menutup ruas jalan sempit di kawasan perkampungan.

Polusi: Asap kendaraan dan debu dari jalan tanah menurunkan kualitas udara yang dihirup masyarakat.

Keselamatan: Risiko kecelakaan meningkat, terutama bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua.

Selain itu, menurut Beni, banyak mobil pengangkut buah sawit yang tidak menggunakan jaring pengaman, sehingga buah sawit sering berjatuhan di jalan, memperparah potensi bahaya bagi pengguna jalan lainnya.

> “Aktivitas ini jelas mengganggu. Jalan kampung kami bukan jalur industri. Kami tahu ini kegiatan usaha legal, tapi bukan berarti perusahaan boleh menutup mata terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkannya,” ungkapnya dengan nada kecewa.

 

Beni juga menegaskan bahwa sebagian besar vendor dan unit pengangkutan sawit berasal dari luar daerah, yang memuat buah dari eks PT Cerenti Subur menuju pabrik pengolahan di Desa Cengar. Hal ini menurutnya memperburuk rasa keadilan bagi masyarakat lokal yang hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri.

“Kami tahu siapa KSO-nya, siapa vendor-vendornya. Semua dari luar. Sementara kami di sini hanya kebagian debu, bising, dan keresahan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, ia mendesak agar perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Benai, khususnya Subkontraktor PT RAPP Estate Cerenti, tidak hanya mengambil keuntungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat lokal.

> “Kami minta perusahaan jangan hanya fokus pada produksi. Libatkan masyarakat lokal, buka lapangan kerja, jalin komunikasi dengan pemerintah desa dan stakeholder. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan di tengah gemuruh roda bisnis sawit,” tegas Beni.

 

Sebagai ujung tombak keamanan berbasis komunitas, Beni juga menekankan bahwa peran Dubalang Batang Kuantan adalah membantu pemerintah dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keseimbangan ekologis di wilayahnya.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan keras namun bijak:

> “Kami mendukung investasi yang sehat dan bertanggung jawab. Tapi jika perusahaan mengabaikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, maka kehadirannya tidak membawa berkah — melainkan beban.”

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru