Emas Ilegal Menggila di Sijunjung: Alam Dihancurkan, Hukum Dipertanyakan

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sijunjung — Alam Sijunjung kian terkoyak. Gunung dirusak, sungai dicemari, lahan pertanian diluluhlantakkan. Semua demi emas ilegal yang terus menggerogoti Kabupaten Sijunjung tanpa ampun, seolah hukum tak lagi punya taring.

Penambangan emas tanpa izin (PETI) kian merajalela dan berlangsung terang-terangan. Salah satu titik kerusakan terparah berada di Koto Baru, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Alam yang selama ini menjadi sandaran hidup masyarakat kini berubah menjadi medan eksploitasi, dikorbankan demi keuntungan sesaat segelintir pihak.

Hasil investigasi awak media di lapangan pada Rabu, 4 Februari 2026, menemukan belasan mesin dompeng beroperasi aktif di wilayah tersebut. Mesin-mesin itu bekerja tanpa henti, mengoyak perut bumi, mengaduk sungai, dan meninggalkan kerusakan yang sulit dipulihkan.

Aktivitas PETI berlangsung secara terbuka, seolah tanpa rasa takut dan tanpa hambatan berarti.

Warga setempat hanya bisa menyaksikan kehancuran itu dengan perasaan pasrah dan marah yang terpendam. Tanah yang dahulu subur kini rusak, air sungai yang menjadi sumber kehidupan berubah keruh dan tercemar.

“Beginilah keadaan di tempat kami. Mereka menambang tanpa rasa takut, seakan kebal hukum,” ungkap seorang warga dengan nada getir.

Ironisnya, lokasi penambangan ilegal tersebut berada sangat dekat dengan permukiman warga. Namun hingga kini, belum tampak tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Kondisi ini memicu kecurigaan publik dan menimbulkan dugaan adanya pembiaran, bahkan ‘payung’ tertentu yang membuat aktivitas ilegal ini terus berjalan mulus tanpa sentuhan hukum.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya alam Sijunjung yang hancur, tetapi juga keselamatan warga serta masa depan generasi mendatang yang ikut digadaikan oleh emas ilegal.

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru