KUANTAN SINGINGI – Dugaan jebolnya kolam limbah milik PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS) di wilayah Logas Hilir, Kecamatan Singingi, memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.
Peristiwa yang disebut-sebut menyebabkan banjir hingga merendam rumah warga itu kini mendapat perhatian serius dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Keadilan Republik Indonesia (DPD LSM KPK-RI) Kabupaten Kuantan Singingi, Fathul Mu’in.

Mu’in menegaskan, apabila banjir yang melanda permukiman warga benar disebabkan oleh jebolnya kolam limbah perusahaan, maka manajemen PT PCS wajib bertanggung jawab penuh atas seluruh dampak dan kerugian yang dialami masyarakat.
“Kami meminta manajemen PT PCS jangan tutup mata. Jika benar kolam limbah perusahaan jebol dan menyebabkan rumah warga terendam banjir, maka perusahaan wajib mengganti rugi seluruh kerugian masyarakat. Jangan sampai rakyat kecil menjadi korban akibat dugaan kelalaian perusahaan,” tegas Fathul Mu’in, Kamis (7/5/2026).
Ia juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab banjir dan potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar banjir biasa, tetapi menyangkut keselamatan warga serta dugaan lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan limbah perusahaan.
“Dinas terkait jangan hanya diam. Harus ada pengecekan lapangan secara terbuka dan transparan. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaan limbah, maka wajib ada tindakan tegas terhadap perusahaan,” ujarnya.
LSM KPK RI Kuansing juga meminta PT PCS membuka secara transparan kondisi kolam limbah serta sistem pengelolaan lingkungan yang selama ini dijalankan perusahaan. Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui fakta sebenarnya dan tidak terus dihantui kekhawatiran akan dampak lingkungan yang lebih besar.
Sementara itu, warga Logas Hilir yang terdampak banjir berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam. Mereka meminta perusahaan segera bertanggung jawab atas kerusakan dan kerugian yang dialami warga akibat air yang masuk ke rumah-rumah mereka.
“Kami hanya ingin ada perhatian serius. Rumah warga terendam, aktivitas terganggu, dan masyarakat dirugikan. Jangan sampai masalah ini dibiarkan begitu saja,” ungkap salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan jebolnya kolam limbah yang disebut-sebut menjadi penyebab banjir di wilayah tersebut.







