PEKALONGAN – Dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan diguncang kabar paling memalukan. Seorang kepala sekolah dan guru di Sekolah Dasar setempat ternoda habis namanya. Mereka kedapatan melakukan hubungan terlarang – disebut warga seolah sedang “adu mekanik”- tepat di dalam ruang kelas seusai jam pelajaran berakhir. Padahal keduanya adalah abdi negara yang seharusnya menjadi teladan bagi murid maupun seluruh warga.
Perbuatan terlarang itu terekam tanpa sengaja lewat sistem pengawasan sekolah dan cepat menyebar luas di media sosial. Begitu bukti terkonfirmasi sah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan langsung bertindak tegas tanpa ragu.
“Kami segera proses administrasi kepegawaian dan jatuhkan sanksi tegas terhadap keduanya,” tegas Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan, Kholid, Jumat (4/9/2026). Jabatan kepala sekolah langsung dicopot, ditarik ke kantor dinas untuk pemeriksaan lanjutan, dan segera diganti pelaksana tugas.
“Kami ambil langkah ini secepatnya. Tetap berhati-hati sesuai aturan, tapi begitu jelas faktanya, tak ada lagi tawar-menawar,” tambah Kholid. Peristiwa ini meninggalkan pertanyaan pedih: bagaimana kita menaruh hormat pada pendidik, jika mereka sendiri yang menodai tempat suci ilmu pengetahuan dengan perbuatan tercela?
Sumber: zonafaktualnews.com







