Anton Diduga Kuasai Dua Ekskavator PETI di Hutan Lindung Kipek dan Media Direspon Arogan

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok –Hutan lindung Jorong Kipek, Kenagarian Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, perlahan kehilangan harapannya. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus berjalan, diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial Anton, yang disebut warga sebagai pemodal sekaligus bos tambang lama di wilayah tersebut.

Warga menyebut Anton mengoperasikan dua unit ekskavator bermerek CAT yang setiap hari mengoyak hutan lindung. Pernyataan Anton sebelumnya yang mengaku hanya memiliki satu alat berat kini dipertanyakan, sebab hingga Senin (2/2/2026) dua unit ekskavator masih terlihat aktif bekerja.

Upaya konfirmasi awak media tak mendapat jawaban. Pesan WhatsApp dibaca, namun diabaikan. Ironisnya, pada Selasa (3/2/2026) Anton justru menghubungi media melalui nomor kerabatnya dan melontarkan ucapan bernada tinggi serta intimidatif.
“Bukan saya tadi bang, itu Anton,” ujar Kaciak, pemilik nomor tersebut.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan “Anton itu bos tambang. Alatnya dua unit. Sudah lama beroperasi di Kipek.” ungkapnya

Saat kembali dikonfirmasi, Anton hanya menjawab singkat dan dingin:
“Emang kenapa bos, bodo amat.”
Bagi warga, kalimat itu terasa seperti pengabaian atas nasib hutan dan masa depan mereka.

Sumber terpercaya menyebut Anton sebagai pemain lama PETI, bahkan aktivitas ini diduga berlangsung di bawah bayang-bayang pembiaran aparat.

Kini, yang tersisa hanyalah kesedihan, kemarahan, dan harapan terakhir agar negara hadir. Sebelum hutan lindung Kipek benar-benar hilang, dan
kepercayaan masyarakat ikut runtuh bersamanya.

 

Berita Terkait

Kapolres Kuansing Grand Policing di Singingi Hilir, Ajak Masyarakat Jaga Hutan dan Cegah Karhutla
Polisi Cinta Petani, Kapolres Kuansing Bersama Kelompok Tani Panen Raya 21 Ton Jagung Pipil
Diduga Kolam Limbah PT PCS Jebol, Rumah Warga Kebanjiran – LSM KPK RI Kuansing Desak Dinas Terkait Turun Tangan dan Bertindak Tegas
Polsek Hulu Kuantan Cek Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Tanjung Medang, Dukung Program Swasembada Pangan 2026
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan PETI di Sungai Tanalo Ulu, Lima Rakit Dimusnahkan
Ketua DPRD Juprizal Dukung Penuh Tuntutan Buruh Kuansing
May Day 2026 di Kuansing Berlangsung Kondusif, Kapolres Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Buruh
Mafirion Turun Langsung, Perkuat Usaha Budidaya Ikan di Kuantan Singingi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Kuansing Grand Policing di Singingi Hilir, Ajak Masyarakat Jaga Hutan dan Cegah Karhutla

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:20 WIB

Polisi Cinta Petani, Kapolres Kuansing Bersama Kelompok Tani Panen Raya 21 Ton Jagung Pipil

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:09 WIB

Diduga Kolam Limbah PT PCS Jebol, Rumah Warga Kebanjiran – LSM KPK RI Kuansing Desak Dinas Terkait Turun Tangan dan Bertindak Tegas

Rabu, 6 Mei 2026 - 01:57 WIB

Polsek Hulu Kuantan Cek Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Tanjung Medang, Dukung Program Swasembada Pangan 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 08:26 WIB

Polsek Kuantan Mudik Tertibkan PETI di Sungai Tanalo Ulu, Lima Rakit Dimusnahkan

Berita Terbaru