Big Bos Rokok Ilegal Feloz Diduga Arif Budiman, Bayar Upeti Agar Tetap Bebas Beredar

Senin, 18 Agustus 2025 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Barat – Peredaran rokok ilegal merek Feloz kian menggurita di berbagai wilayah Sumatera Barat dan Riau. Meski peredaran rokok ilegal itu sudah pernah digerebek aparat Bea Cukai di Payakumbuh, rokok tersebut justru semakin leluasa beredar dengan berbagai varian baru.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, big bos di balik bisnis rokok Feloz bukan sekadar pemain kecil. Sosok berinisial Arif Budiman diduga kuat sebagai pengendali utama jaringan rokok ilegal ini. Ia disebut memiliki pengaruh besar hingga berani “mengamankan” bisnisnya melalui pembayaran upeti kepada oknum tertentu, agar distribusi rokoknya tetap mulus tanpa hambatan.

Mengenai Budi sebagai bigboss rokok bermerek Feloz tersebut juga dibenarkan oleh salah seorang pengusaha rokok ilegal asal pekanbaru.

“Untuk merek Feloz bukan kami bang, Budi payakumbuh itu bos besarnya” Ujar pengusaha rokok ilegal bermarga Naga itu.

Modus yang digunakan adalah pita cukai salah tempel, pita cukai palsu, hingga penggunaan pita bekas. Praktik ini jelas merugikan negara karena tidak ada penerimaan cukai, sekaligus merusak iklim usaha yang sehat.

Seorang konsumen, Y (31), mengaku mengalami gangguan kesehatan setelah mengisap rokok Feloz. “Awalnya saya tertarik karena harganya murah dan ada varian rasa mentol. Tapi setelah dicoba, malah batuk parah, mual, tenggorokan kering. Padahal kata teman enak, ternyata tidak bagi saya,” ungkapnya.

Harga murah menjadi daya tarik utama rokok ilegal, namun efek negatifnya sangat berbahaya. Rokok Feloz diduga mengandung campuran bahan kimia yang tidak jelas. Dari informasi lapangan, beberapa konsumen bahkan dilaporkan mengalami batuk berdarah hingga gangguan pernapasan serius.

Tak hanya soal kesehatan, peredaran rokok ilegal ini juga berdampak pada lonjakan jumlah perokok pemula, terutama remaja, karena harganya terjangkau. Sementara dari sisi negara, kerugian miliaran rupiah dari sektor cukai tidak bisa dipungut.

Kini harga rokok Feloz di pasaran disebut sudah naik drastis hingga Rp18-20 ribu per bungkus, menandakan jaringan distribusinya semakin luas dan kokoh.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Bea Cukai, benar-benar menindak tegas praktik mafia rokok ilegal ini. Jika benar ada Arif Budiman di balik bisnis hitam tersebut, maka penegakan hukum yang transparan menjadi ujian besar agar praktik suap dan upeti tidak terus melanggengkan peredaran rokok berbahaya ini.

Berita Terkait

Polres Kuansing Tertibkan PETI di Kebun Pemda Desa Jake, Enam Rakit Stingkai Dimusnahkan
Polres Kuansing Salurkan Bantuan Sosial ke Tiga Panti Asuhan di Kuantan Tengah
SPPG Yayasan Kuansa Nusantara Berdikari Resmi Beroperasi di Desa Petai, Dukung Program MBG
Diduga Jadi Sarang Mafia PETI, Batu Rijal Hulu dan Batu Rijal Hilir Kebal Hukum? Ada Siapa di Baliknya?
Minggu Kasih Satresnarkoba Hadir Langsung di Rumah Warga
Progres Pesat, Jembatan Merah Putih Presisi Kini Tahap Pemboran dan Cor Pondasi
Bangun Harapan Warga Pucuk Rantau, Jembatan Merah Putih Presisi Masuk Tahap Pembaruan Struktur di Hari Ke-4
Polsek Kuantan Mudik Tangani Laka Maut Truk Batu Bara di Desa Kasang, Sopir Meninggal Dunia
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:11 WIB

Polres Kuansing Tertibkan PETI di Kebun Pemda Desa Jake, Enam Rakit Stingkai Dimusnahkan

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:17 WIB

Polres Kuansing Salurkan Bantuan Sosial ke Tiga Panti Asuhan di Kuantan Tengah

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:03 WIB

SPPG Yayasan Kuansa Nusantara Berdikari Resmi Beroperasi di Desa Petai, Dukung Program MBG

Senin, 16 Februari 2026 - 07:49 WIB

Diduga Jadi Sarang Mafia PETI, Batu Rijal Hulu dan Batu Rijal Hilir Kebal Hukum? Ada Siapa di Baliknya?

Minggu, 15 Februari 2026 - 04:54 WIB

Minggu Kasih Satresnarkoba Hadir Langsung di Rumah Warga

Berita Terbaru

Berita

Minggu Kasih Satresnarkoba Hadir Langsung di Rumah Warga

Minggu, 15 Feb 2026 - 04:54 WIB