Cinta yang Tumbuh dari Luka: Sedekia Hia Memulai Hidup Baru

Kamis, 16 April 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nias Barat, 16 April 2026 — Duka yang pernah menyelimuti keluarga besar Sedekia Hia perlahan berubah menjadi harapan baru. Setelah melewati masa kehilangan yang mendalam, Sedekia akhirnya menapaki babak kehidupan yang baru dengan mempersunting Rosmawati Zega, perempuan asal Gunung Sitoli, Nias Utara.

Pernikahan sakral tersebut berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, di sebuah gereja di Desa Sisobaoho, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat. Dalam suasana yang penuh haru, keluarga dan kerabat hadir menyaksikan momen yang bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga menyembuhkan luka yang pernah ada.

Keesokan harinya, Senin, 13 April 2026, digelar acara peresmian pernikahan di tengah masyarakat. Momentum ini menjadi simbol penguatan ikatan dua keluarga besar, sekaligus penanda dimulainya perjalanan baru yang penuh harapan.

Di balik pernikahan ini, tersimpan peran besar seorang anak. Athia, putri sulung Sedekia yang berprofesi sebagai wartawan sekaligus Direktur Media, bersama saudara-saudaranya menjadi penghubung awal pertemuan antara sang ayah dan Rosmawati, yang saat itu berdomisili di Riau. Dengan penuh ketulusan, mereka mengupayakan kebahagiaan bagi ayah yang telah lama berjuang dalam kesunyian.

Melalui proses musyawarah yang hangat dan penuh pertimbangan, kedua keluarga akhirnya mencapai kesepakatan. Prosesi penyerahan mahar dilaksanakan secara resmi, disertai penandatanganan surat pernyataan di atas materai sebagai simbol keseriusan dan komitmen kedua belah pihak.

Perjalanan menuju hari bahagia itu pun tidak singkat. Rosmawati diantar ke Nias oleh saudara kandung Athia sebagai bagian dari rangkaian menuju pernikahan – sebuah perjalanan yang tidak hanya melintasi jarak, tetapi juga menyatukan hati.

Diketahui, pernikahan ini berawal dari kehilangan mendalam yang dialami keluarga setelah wafatnya istri pertama Sedekia, almarhumah Razina Daeli, pada Februari 2025. Kepergian beliau meninggalkan ruang hampa, terutama bagi tujuh orang anak yang sebagian besar merantau.

Di kampung halaman, Sedekia hanya tinggal bersama seorang cucu yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Kesunyian yang menyertai hari-harinya menjadi perhatian bagi anak-anaknya.
Berangkat dari rasa kasih dan tanggung jawab, Athia bersama saudara-saudaranya sepakat untuk merestui sekaligus memprakarsai pernikahan tersebut. Bagi mereka, kebahagiaan ayah adalah hal yang tak ternilai – dan tidak seharusnya ia jalani sendiri.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik duka, selalu ada ruang bagi harapan untuk tumbuh. Bahwa cinta tidak pernah benar-benar hilang, melainkan menemukan jalannya kembali – melalui dukungan keluarga, keikhlasan, dan keberanian untuk membuka hati sekali lagi.

Berita Terkait

Dukung Program Swasembada Pangan 2026, Polsek Logas Tanah Darat Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung di Desa Perhentian Luas
Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2026, Polsek Cerenti Hadiri Panen Raya Jagung Pipil di Desa Pesikaian
Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat, Muklisin dan Ombudsman Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik
Minggu Kasih Polres Kuansing, Hadir di Tengah Jemaat Gereja, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Pulau Busuk,Dua Rakit Dimusnahkan
Polsek Singingi Tertibkan Aktivitas PETI di Muara Lembu, Satu Unit Rakit Dimusnahkan
Jumat Berkah, Polres Kuansing dan Polsek Jajaran Berbagi Sembako kepada Masyarakat
Ngopi Yuk! Bersama Humas Polres Kuansing, Sosialisasikan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Melalui Live Streaming
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:10 WIB

Dukung Program Swasembada Pangan 2026, Polsek Logas Tanah Darat Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung di Desa Perhentian Luas

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2026, Polsek Cerenti Hadiri Panen Raya Jagung Pipil di Desa Pesikaian

Selasa, 3 November 2026 - 06:43 WIB

Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat, Muklisin dan Ombudsman Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik

Minggu, 1 November 2026 - 05:47 WIB

Minggu Kasih Polres Kuansing, Hadir di Tengah Jemaat Gereja, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Pulau Busuk,Dua Rakit Dimusnahkan

Berita Terbaru