“Diamnya DPRD Kuansing,AlIANG Bersatu desak PT Agrinas Palma Nusantara Bertindak”

Jumat, 26 September 2025 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TELUK KUANTAN – Sepuluh hari pasca aksi menuntut hak masyarakat terkait lahan eks Duta Palma Nusantara, Aliansi Anak Kuansing (ALIANG) Bersatu kembali bersuara lantang. Pasalnya, hingga kini belum ada progres berarti dari pihak legislatif yang dinilai hanya berdiam diri tanpa menunjukkan fungsi pengawasan.

Dalam pertemuan antara perwakilan PT. Agrinas Palma Nusantara, Joko Handoko, dengan ALIANG Bersatu di RM Sederhana, Teluk Kuantan, Jumat (19/9/2025), pihak perusahaan menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan masyarakat. Tuntutan tersebut akan dibawa ke kantor pusat untuk diproses lebih lanjut setelah Agrinas memiliki kekuatan hukum tetap.

“Kami berkomitmen untuk memberikan hak masyarakat sebesar 20 persen sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Joko Handoko di hadapan para perwakilan ALIANG.

Sementara itu, Koordinator Umum ALIANG, Heri Guspendri, M.Sos, menegaskan bahwa perjuangan pihaknya akan terus berfokus pada pemenuhan hak masyarakat. Ia mengingatkan bahwa dalam aksi sebelumnya, Kajari Kuansing berjanji akan memberi progres dalam waktu tujuh hari, di antaranya melakukan audit keuangan Agrinas serta memanggil dua orang yang diduga terlibat.

“Kami percaya Kajari Kuansing konsisten dengan ucapannya dan akan mengusut tuntas persoalan ini. Karena lahan ini merupakan eks Duta Palma yang sudah disita Kejagung, maka jelas harus dalam pengawasan penuh kejaksaan di wilayah hukumnya,” tegas Heri.

Namun, Heri juga menyayangkan sikap para wakil rakyat yang hingga kini terkesan hanya diam. Padahal, menurutnya, DPRD seharusnya menjalankan fungsi pengawasan untuk membela masyarakat.

“Sampai saat ini wakil rakyat kita tidak bereaksi. Mereka seakan tidak tahu persoalan masyarakatnya. Kalau memang tidak bisa jalankan fungsi pengawasan, bagusnya DPRD dibubarkan saja,” pungkas Heri dengan lantang . Jumat (26/09/2025)

Pemerintah daerah sebelumnya juga telah mengultimatum PT. Agrinas Palma Nusantara agar segera merealisasikan hak minimal 20 persen untuk masyarakat tempatan serta melibatkan mereka dalam kerja sama operasional (KSO).

Aliansi Anak Kuansing kini mengimbau masyarakat tetap bersabar menunggu tindak lanjut dari pihak pusat melalui perwakilan Agrinas, sembari menegaskan bahwa perjuangan menuntut hak masyarakat tidak akan berhenti sampai terealisasi.

Berita Terkait

Polres Kuansing Salurkan Bantuan Sosial ke Tiga Panti Asuhan di Kuantan Tengah
SPPG Yayasan Kuansa Nusantara Berdikari Resmi Beroperasi di Desa Petai, Dukung Program MBG
Diduga Jadi Sarang Mafia PETI, Batu Rijal Hulu dan Batu Rijal Hilir Kebal Hukum? Ada Siapa di Baliknya?
Minggu Kasih Satresnarkoba Hadir Langsung di Rumah Warga
Progres Pesat, Jembatan Merah Putih Presisi Kini Tahap Pemboran dan Cor Pondasi
Bangun Harapan Warga Pucuk Rantau, Jembatan Merah Putih Presisi Masuk Tahap Pembaruan Struktur di Hari Ke-4
Polsek Kuantan Mudik Tangani Laka Maut Truk Batu Bara di Desa Kasang, Sopir Meninggal Dunia
Tim Elang Kuantan Sat Resnarkoba Polres Kuatan Singingi Sikat 64,66 Gram Sabu, Tiga Pelaku Diamankan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:17 WIB

Polres Kuansing Salurkan Bantuan Sosial ke Tiga Panti Asuhan di Kuantan Tengah

Selasa, 17 Februari 2026 - 10:03 WIB

SPPG Yayasan Kuansa Nusantara Berdikari Resmi Beroperasi di Desa Petai, Dukung Program MBG

Senin, 16 Februari 2026 - 07:49 WIB

Diduga Jadi Sarang Mafia PETI, Batu Rijal Hulu dan Batu Rijal Hilir Kebal Hukum? Ada Siapa di Baliknya?

Minggu, 15 Februari 2026 - 04:54 WIB

Minggu Kasih Satresnarkoba Hadir Langsung di Rumah Warga

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:14 WIB

Progres Pesat, Jembatan Merah Putih Presisi Kini Tahap Pemboran dan Cor Pondasi

Berita Terbaru

Berita

Minggu Kasih Satresnarkoba Hadir Langsung di Rumah Warga

Minggu, 15 Feb 2026 - 04:54 WIB