Longsor Bongkar Fakta: Ponton PETI Bangkit Lagi Usai Ditertibkan, Warga Curiga Ada Koordinasi – LAPOR PAK KAPOLDA!

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIJUNJUNG – Tanah di Kepalo Lubuk Jambu, Jorong Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung tiba-tiba bergemuruh lalu longsor. Bencana ini tak sekadar merenggut daratan – ia sekaligus membongkar kenyataan pahit yang selama ini berusaha ditutupi: puluhan ponton pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang sebelumnya sudah ditertibkan aparat, kini muncul kembali dan beroperasi secara liar. Dampaknya meluas hingga mengganggu aliran Batang Kuantan, merusak ekosistem sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.Minggu, 23 Agustus 2026.

Keprihatinan warga kini berubah menjadi kecurigaan yang tajam. Pola aktivitas yang berhenti total saat terjadi korban jiwa dan keributan di Tanjung Ampalu, lalu tiba-tiba kembali menggila setelah ada informasi yang beredar – membuat satu pertanyaan besar tak terelakkan: apakah ada koordinasi rapi yang berjalan di balik layar?

“Waktu ada yang meninggal akibat longsor dan keributan di Tanjung Ampalu, semua bisa berhenti total. Tapi setelah ada informasi dari koordinator lapangan sudah jalan koordinasi, maka PETI tancap gas. Aktivitas PETI kembali menggila memporak-porandakan sungai dan lingkungan alam Sijunjung,” ungkap seorang narasumber kepada awak media, Senin (24/8/2026).

Kalimat itu sederhana namun menusuk tajam. Ada pola yang terlalu teratur untuk sekadar disebut kebetulan. Berhenti saat sorotan publik memuncak, lalu bangkit kembali begitu situasi mereda – seolah ada sinyal rahasia yang memberi lampu hijau. Pertanyaannya kini menggantung berat di udara: siapa yang sebenarnya memberi perintah kapan harus berhenti dan kapan boleh kembali merusak?

Alam Sijunjung yang dulu asri, kini tinggal kenangan. Sungai yang dulu jernih tempat warga mengambil air dan mencari nafkah, kini berubah keruh pekat. Dasarnya diobrak-abrik mesin penyedot tanpa ampun. Setiap hari lingkungan semakin rusak parah oleh tangan-tangan yang tidak peduli – bukan hanya terhadap masa kini, tapi terhadap masa depan generasi yang akan datang. Anak cucu mereka kelak akan mewarisi sungai mati, tanah rapuh, dan bencana yang semakin sering datang tanpa peringatan.

“Bencana alam akan selalu datang mengintai dan alam akan murka terhadap pelaku PETI,” tegas warga. Dan alam sudah membuktikannya. Longsor di Kepalo Lubuk Jambu adalah satu dari sekian banyak peringatan yang terus diabaikan. Bukan alam yang jahat – alam sedang bereaksi terhadap kerusakan yang diciptakan manusia sendiri.

Pemerintah Kabupaten Sijunjung, instansi terkait, dan aparat penegak hukum tidak bisa lagi hanya berdiri menonton atau sekadar merespons setelah bencana terjadi. Warga menuntut kejelasan: siapa yang membiarkan ponton yang sudah ditertibkan bangkit kembali? Siapa yang memberi izin tersirat agar kerusakan terus berlanjut? Dan sampai kapan kepentingan segelintir pihak akan terus mengorbankan keselamatan dan masa depan ribuan warga?

Alam sudah berbicara lewat longsor. Sekarang giliran pihak berwenang – apakah akan tetap diam membisu, atau akhirnya berani bertindak tuntas demi rakyat dan alam Sijunjung? LAPOR PAK KAPOLDA!

Berita Terkait

Dukung Program Swasembada Pangan 2026, Polsek Logas Tanah Darat Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung di Desa Perhentian Luas
Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2026, Polsek Cerenti Hadiri Panen Raya Jagung Pipil di Desa Pesikaian
Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat, Muklisin dan Ombudsman Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik
Minggu Kasih Polres Kuansing, Hadir di Tengah Jemaat Gereja, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Pulau Busuk,Dua Rakit Dimusnahkan
Polsek Singingi Tertibkan Aktivitas PETI di Muara Lembu, Satu Unit Rakit Dimusnahkan
Jumat Berkah, Polres Kuansing dan Polsek Jajaran Berbagi Sembako kepada Masyarakat
Ngopi Yuk! Bersama Humas Polres Kuansing, Sosialisasikan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Melalui Live Streaming
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:10 WIB

Dukung Program Swasembada Pangan 2026, Polsek Logas Tanah Darat Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung di Desa Perhentian Luas

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2026, Polsek Cerenti Hadiri Panen Raya Jagung Pipil di Desa Pesikaian

Selasa, 3 November 2026 - 06:43 WIB

Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat, Muklisin dan Ombudsman Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik

Minggu, 1 November 2026 - 05:47 WIB

Minggu Kasih Polres Kuansing, Hadir di Tengah Jemaat Gereja, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Pulau Busuk,Dua Rakit Dimusnahkan

Berita Terbaru