KUANTAN SINGINGI – Ketua Jaga Riau Alan Pane menyorot penggunaan dana desa petai baru tahun 2024. Ia meminta Inspektorat Kuansing mengaudit kembali atau pemeriksaan khusus (riksus) penggunaan Dana Desa (DD) Petai Baru Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau Selasa (14/10/2025).
Menurut Alan Pane realisasi penggunaan Dana Desa (DD) di desa Petai Baru perlu diperiksa ulang. Hal itu dimaksudkan agar dana desa yang disalurkan betul – betul bermanfaat untuk masyarakat petai baru. Pemerintah pusat melalui dana desa menaruh harapan besar agar penyaluran dana desa bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Alan menegaskan dia selaku Ketum jaga Riau akan terus mengawal penggunaan dana desa, tidak hanya di Kuansing, seluruh desa di Riau dalam pantauannya. Untuk itu dia minta Inspektorat dapat melakukan pemeriksaan khusus (riksus) penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2024 desa Petai Baru Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi Riau karena diduga realisasinya belum sesuai harapan masyarakat dan masih terindikasi korupsi.
Hasil penelusuran, Alan Pane mencatat beberapa kegiatan yang perlu perhatian khusus pihak inspektorat diantaranya kegiatan Rehabilitasi sarana dan prasarana pariwisata milik desa pagu anggaran Rp 179 juta lebih. Kemudian kegiatan mendesak dengan anggaran Rp80 juta.
“Saya menelusuri beberapa item kegiatan di desa petai baru diantaranya kegiatan mendesak dananya Rp80 juta. Kemudian ada lagi kegiatan Rehabilitasi sarana prasarana pariwisata milik desa anggarannya Rp179 juta lebih. Saya menilai kegiatan tersebut perlu perhatian khusus inspektorat, kalau perlu turunkan tim ke lapangan, lakukan uji petik ke lapangan,” tegas Alan Pane Senin (13/10/2025) melalui sambungan telepon.
Dirangkum dari Jaringan Pencegahan Korupsi (Jaga), Dana Desa (DD) Petai Baru tahun 2024 sebesar Rp 818, 311.000,00 (delapan ratus delapan belas juta tiga ratus sebelas ribu rupiah) dengan dua tahap penyaluran. Tahap pertama sebesar 60 persen Rp 490.986.600, kemudian tahap kedua penyaluran 40 persen Rp 327.324.400. Ass dua kegiatan yang diduga terindikasi korupsi.
Terkait hal itu, Kepala desa Petai Baru Darianto ketika dikonfirmasi terkait penggunaan DD tahun 2024 memberikan penjelasan tentang realisasi DD tahun 2024 itu dihadapan camat dan warga,bahkan diliput media.
” Insyaallah kalau kami jelas penggunaannya waktu musdes aja kami sampaikan di hadapan camat dan warga petai baru bahkan ada media yang hadir meliput musdes kami mereka salut hanya petai baru yang melaporkan realisasi DD di musdes,” tulis Darianto Kades Petai Baru memberikan keterangannya.
Ketika ditanya, untuk apa saja kegunaan dana Rp80 juta ( kegiatan mendesak) yang dialokasikan dalam DD tahun 2024 itu, kades menjelaskan dengan mengirimkan lampiran laporan realisasi DD tahun 2024 itu, dalam laporan itu tertera realisasi kegiatan mendesak yang disalurkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2024.
.







