PETI di Kabupaten Bungo Diduga Terstruktur, Gunakan BBM Subsidi: Jaringan Mafia Emas Ilegal Semakin Menggurita

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bungo – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo, Jambi, semakin hari kian meresahkan. Hasil investigasi di lapangan mengungkapkan bahwa praktik ilegal ini tidak berjalan secara sembunyi-sembunyi, melainkan terkesan terorganisir, masif, dan dilindungi. Tak hanya menggunakan rakit, sejumlah alat berat bebas beroperasi siang dan malam, menghancurkan bentang alam demi butiran emas.

Yang lebih mencengangkan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk mesin PETI diduga berasal dari BBM bersubsidi jenis solar. Nama seorang pemasok besar, Yanti, disebut-sebut sebagai bos minyak ilegal yang hingga kini bebas beroperasi tanpa sentuhan hukum. Dari keterangan sejumlah sumber, BBM tersebut disimpan di sebuah gudang di Dusun Tebing Tinggi, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, sebelum disalurkan ke para pelaku PETI.

“Mayoritas BBM untuk PETI di wilayah Kecamatan Bathin III Ulu itu disediakan oleh Yanti. Bahkan mobil Canter kuning miliknya setiap malam Jumat rutin bongkar BBM di Tebing Tinggi,” ungkap seorang narasumber kepada wartawan.

Ironisnya, ketika banyak pelangsir BBM subsidi lain menjadi sasaran aparat, mobil-mobil pengangkut minyak milik Yanti justru seperti kebal hukum. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat: ada apa dengan aparat penegak hukum?

PETI Berkembang Liar di Kampung Halaman Bupati

Lebih jauh, aktivitas PETI juga terlihat jelas di Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani – yang disebut sebagai kampung halaman Bupati Bungo. Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan puluhan dompeng dan alat berat bekerja santai, siang hingga malam, di lokasi yang bahkan bisa terlihat langsung dari jalan aspal.

Namun, hingga kini tidak ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Hal ini kontras dengan kondisi di wilayah lain seperti Sungai Telang, Limbur Lubuk Mengkuang, Sungai Buluh, dan Tanjung Menanti, yang justru kerap digempur razia.

“Kami seperti dianak tirikan. Di Sungai Arang kegiatan PETI semakin berkembang, tapi di daerah kami selalu dirazia,” ujar salah seorang pelaku PETI di lokasi berbeda.

Bom Waktu yang Mengancam

Selain merusak lingkungan dan mencemari sungai, keberadaan gudang BBM ilegal di Tebing Tinggi juga menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa memicu kebakaran hebat. Masyarakat sekitar resah dan meminta aparat untuk segera menutup gudang minyak ilegal milik Yanti.

“Sudah banyak kasus kebakaran akibat minyak ilegal. Kami khawatir hal serupa terjadi di sini. Tolong hentikan usaha-usaha ilegal ini,” pinta warga setempat.

Publik Menanti Tindakan Tegas

Fenomena bebasnya aktivitas PETI di Kabupaten Bungo kini menjadi perhatian publik. Aparat penegak hukum, mulai dari Polres Bungo, Polda Jambi hingga Mabes Polri, didesak untuk serius membongkar jaringan mafia emas ilegal yang diduga kuat mendapat suplai BBM bersubsidi dari pemain besar seperti Yanti.

Jika tidak ada tindakan nyata, publik akan semakin percaya bahwa ada kongkalikong antara oknum aparat dengan para cukong PETI yang menikmati keuntungan besar dari kerusakan alam dan penderitaan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan awak media masih melakukan upayah konfimasi kepada pihak-pihak terkait, begitu juga dengan yanti. ***

Berita Terkait

Kapolres Kuansing Bersama Insan Pers Tanam Pohon, Wujudkan Green Policing Peduli Lingkungan
Coffee Morning Kapolres Kuansing Bersama Rekan Media, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Warga Resah, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan Lindung Kipek Diduga Libatkan Banyak Alat Berat dan Setoran ke Oknum APH
Diduga Milik Topriadi dan Nass alias Karunai, Aktivitas PETI Gunakan Ekskavator Kembali Disorot Warga
Mengejutkan, PETI di Tigo Lurah Diduga Kian Marak, Warga Ungkap Dugaan Transaksi Narkotika di Lokasi Tambang
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Razia Gabungan Ops Keselamatan LK 2026, Polres Kuansing Ajak Masyarakat Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas
Anton Diduga Kuasai Dua Ekskavator PETI di Hutan Lindung Kipek dan Media Direspon Arogan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:07 WIB

Kapolres Kuansing Bersama Insan Pers Tanam Pohon, Wujudkan Green Policing Peduli Lingkungan

Kamis, 5 Februari 2026 - 07:03 WIB

Coffee Morning Kapolres Kuansing Bersama Rekan Media, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 Februari 2026 - 03:03 WIB

Warga Resah, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan Lindung Kipek Diduga Libatkan Banyak Alat Berat dan Setoran ke Oknum APH

Kamis, 5 Februari 2026 - 02:59 WIB

Diduga Milik Topriadi dan Nass alias Karunai, Aktivitas PETI Gunakan Ekskavator Kembali Disorot Warga

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:32 WIB

Mengejutkan, PETI di Tigo Lurah Diduga Kian Marak, Warga Ungkap Dugaan Transaksi Narkotika di Lokasi Tambang

Berita Terbaru