Teluk Kuantan – Lebih dari tiga bulan pascapembunuhan yang menewaskan Antonius Laia (33), warga Desa Muara Tobek, Kecamatan Pucuk Rantau, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), pelaku utama yang diduga bernama Redaman Zega alias Zendri hingga kini belum berhasil ditangkap.
Kondisi ini memicu sorotan tajam terhadap kinerja aparat penegak hukum, khususnya Polres Kuansing.
Bagi keluarga korban, lambannya penangkapan pelaku bukan sekadar persoalan hukum, tetapi telah menjadi penderitaan berkepanjangan.
Lima orang anak almarhum Antonius Laia hingga kini hidup dalam trauma mendalam dan kehilangan rasa aman, bahkan terpaksa menghentikan aktivitas sekolah mereka.
Anak-anak korban belum kembali ke bangku pendidikan karena ketakutan. Informasi bahwa pelaku masih bebas dan diduga berada di wilayah Pucuk Rantau membuat keluarga memilih tetap berdiam diri di rumah.
Istri korban, Yuniama Zai, menyampaikan jeritan hatinya kepada awak media di Teluk Kuantan, Kamis (26/12/2025). Didampingi kelima anaknya dan keluarga besar, ia secara terbuka mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku.
“Anak-anak saya ingin sekolah, tapi mereka trauma. Mereka selalu bertanya apakah orang yang membunuh ayahnya akan datang lagi. Selama pelaku belum ditangkap, kami tidak merasa aman,” ujar Yuniama dengan suara bergetar.
Kasus pembunuhan yang terjadi pada Kamis, 18 September 2025, disebut-sebut dipicu persoalan sakit hati. Namun hingga kini, motif serta kronologi lengkap kejadian belum disampaikan secara terbuka oleh pihak kepolisian.
“Sudah lebih dari tiga bulan pelaku bebas. Kami minta Polres Kuansing serius menangani kasus ini. Anak-anak saya sudah tiga bulan tidak sekolah. Kami hidup dalam ketakutan setiap hari,” tegasnya.
Yuniama mengungkapkan, anak-anaknya kerap menangis di malam hari dan panik setiap kali mendengar suara langkah orang asing di sekitar rumah. Trauma kehilangan ayah mereka semakin diperparah oleh belum adanya kepastian hukum.
Desakan juga disampaikan oleh abang sepupu korban, panggilan pak Dewi. Ia meminta aparat kepolisian tidak lagi berlarut-larut dalam menangani perkara ini.
“Kami mendesak Polres Kuantan Singingi segera menangkap pelaku. Jika perlu, Mabes Polri harus turun tangan. Jangan biarkan pelaku terus berkeliaran sementara keluarga korban hidup dalam ketakutan,” ujarnya.
Pak Dewi mengaku dirinya pun merasa terancam setelah mendengar informasi bahwa pelaku diduga menargetkan keluarga korban.
“Sudah tiga bulan tanpa kejelasan. Kami merasa negara belum hadir sepenuhnya. Jika aparat tidak bertindak cepat, ini bisa memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” katanya.
Sementara itu, Kanit Polsek kuantan mudik Ronal,saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait keberadaan terduga pelaku.
“Siap, bang. Tadi sudah dapat info juga. Anggota sudah saya arahkan untuk melakukan penyelidikan ke wilayah Pucuk Rantau,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Keluarga korban berharap aparat kepolisian segera menunjukkan langkah nyata, memberikan jaminan keamanan, serta menghadirkan keadilan demi menyelamatkan masa depan anak-anak korban yang kini hidup dalam trauma.







