Kuantan Singingi-Di usia 23 tahun, Bayu Prayoga seharusnya sedang menikmati masa mudanya. Namun selama 14 tahun terakhir, pemuda asal Desa Sawah, Teluk Kuantan ini harus berjuang melawan penyakit yang tak kunjung usai.
Saat berusia 9 tahun, Bayu didiagnosis menderita Kanker Nasofaring dan menjalani kemoterapi di Jakarta. Setelah sempat dinyatakan sembuh, cobaan kembali datang pada 2018 ketika ia didiagnosis Tumor Mandibula di bagian pipi.
Sejak itu, Bayu bolak-balik menjalani pengobatan di Teluk Kuantan, Pekanbaru, hingga Jakarta. Kini kondisinya semakin berat. Penglihatannya mulai kabur, fungsi ginjal menurun, dan ia tidak lagi mampu mengonsumsi makanan biasa. Untuk bertahan, Bayu hanya mengandalkan susu khusus sebanyak 2.500 cc per hari.
Di tengah perjuangan tersebut, keluarga juga menghadapi kesulitan ekonomi. Ayah Bayu hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan, sementara biaya pengobatan dan kebutuhan harian terus bertambah.
Saat ini Bayu dan ibunya sedang menjalani pengobatan lanjutan di Jakarta tanpa sanak keluarga yang mendampingi. Tabungan keluarga telah habis dan kebutuhan pengobatan semakin mendesak.
“Saya hanya ingin bisa beraktivitas seperti dulu lagi,” ujar Bayu pelan.
Bagi masyarakat yang ingin membantu perjuangan Bayu, donasi dapat disalurkan melalui:
BRI 0668 0101 7227532
a.n. Bayu Prayoga
Setiap bantuan, sekecil apa pun, akan menjadi harapan bagi Bayu untuk terus berjuang dan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.







