Muklisin Buka Suara Soal Mundurnya Enam PPPK Kuansing: Pilihan Berat di Tengah Tekanan Ekonomi

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teluk Kuantan – Keputusan enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk mengundurkan diri menjadi potret nyata beratnya tekanan ekonomi yang dihadapi aparatur pemerintah di tengah kondisi fiskal daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, Muklisin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk melarang keputusan tersebut. Menurutnya, setiap pegawai memiliki hak untuk menentukan masa depan dan mempertimbangkan pilihan terbaik bagi kehidupan mereka.

“Mundur atau terus melanjutkan ini kan tergantung kepada pribadi masing-masing. Kalau mereka sudah kalkulasi dan merasa lebih baik mundur untuk berwirausaha atau bekerja di tempat lain, kami tidak bisa melarang,” ujar Muklisin kepada awak media, Kamis (30/7/2026).

Fenomena ini menunjukkan bahwa status sebagai PPPK, yang selama ini dipandang sebagai pekerjaan yang memberikan kepastian, tidak selalu mampu menjawab kebutuhan ekonomi ketika persoalan penghasilan menjadi tantangan. Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, sebagian pegawai memilih mengambil langkah yang tidak mudah: meninggalkan profesi yang telah mereka perjuangkan demi mencari penghidupan yang dinilai lebih menjanjikan.

Bagi pemerintah daerah, keputusan tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri. Namun, Muklisin menegaskan bahwa pemerintah menghormati pilihan setiap individu. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki perhitungan dan tanggung jawab ekonomi yang berbeda.

Menurutnya, ketika seseorang menilai peluang berwirausaha atau bekerja di sektor lain mampu memberikan penghasilan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga, keputusan itu merupakan hak pribadi yang harus dihormati.

Kasus pengunduran diri enam PPPK ini sekaligus menjadi cerminan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan aparatur di tengah tekanan fiskal. Di balik angka pengunduran diri tersebut, tersimpan kisah tentang pilihan-pilihan sulit yang harus diambil demi keberlangsungan hidup dan masa depan keluarga.

Pemerintah Kabupaten Kuansing berharap kondisi keuangan daerah ke depan dapat semakin membaik sehingga kesejahteraan aparatur dapat terus ditingkatkan dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Berita Terkait

MASRUL HAKIM: Target PAD Kuansing Rp255 Miliar, Berita Rp155 Miliar Hoaks Akibat Salah Tulis
Polres Kuansing Bersama Polda Riau Tindak 16 Lokasi PETI dalam Sepekan, 48 Rakit Dimusnahkan
Kapolres Kuansing Pimpin Rakor Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026, Tekankan Kesiapan dan Sinergi
Tak Sekadar Jabatan, Muradi Pikul Tanggung Jawab Besar untuk Kuansing
Satu Hati Wujudkan Pacu Jalur 2026 yang Aman dan Penuh Kehangatan
Polda Riau Musnahkan Narkoba Rp69,7 Miliar, Gagalkan Jaringan Internasional dan Selamatkan Hampir Sejuta Jiwa
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai Kuantan, Satu Unit Dompeng Dimusnahkan Meski Sempat Dihadang Warga
Polsek Logas Tanah Darat Tanam Pohon dan Edukasi Green Policing di SDN 013 Hulu Teso, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:03 WIB

MASRUL HAKIM: Target PAD Kuansing Rp255 Miliar, Berita Rp155 Miliar Hoaks Akibat Salah Tulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:44 WIB

Muklisin Buka Suara Soal Mundurnya Enam PPPK Kuansing: Pilihan Berat di Tengah Tekanan Ekonomi

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:18 WIB

Polres Kuansing Bersama Polda Riau Tindak 16 Lokasi PETI dalam Sepekan, 48 Rakit Dimusnahkan

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:28 WIB

Kapolres Kuansing Pimpin Rakor Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026, Tekankan Kesiapan dan Sinergi

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:46 WIB

Tak Sekadar Jabatan, Muradi Pikul Tanggung Jawab Besar untuk Kuansing

Berita Terbaru