Alat berat dan box penyaring emas beroperasi di belakang kampung Silagawen Menek Pasaman Barat, warga resah desak Kapolda Sumbar turun langsung

Minggu, 13 September 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAMAN BARAT – Aktivitas pertambangan yang diduga ilegal ternyata berjalan leluasa persis di belakang pemukiman warga Kampung Silagawen Menek, Jorong Silagawen Menek, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Sabtu (12/9/2026).

Pantauan warga di lapangan memperlihatkan penggalian menggunakan alat berat yang membolak-balikkan tepian dan dasar aliran sungai. Material yang dikeruk langsung dimasukkan ke dalam box penyaring untuk memisahkan butiran emas dari tanah dan kerikil – semua dilakukan terang-terangan, berjarak sangat dekat dari rumah warga.

“Ini bukan sekadar mengais sungai. Alat berat mendorong tanah ke mana-mana, dipasang box besar untuk menyaring butiran emas. Lokasinya persis di belakang kampung kami! Kenapa dibiarkan?” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dilindungi.

Warga sangat prihatin sekaligus marah. Aliran sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan kini keruh pekat. Padahal berada di dekat pemukiman, seharusnya tak boleh ada aktivitas tambang berisiko tinggi.

“Kami tidak tenang. Tanah bisa longsor, air tercemar, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi apa-apa?” lanjutnya.

Karena itu warga bersatu meminta Kapolda Sumatera Barat turun langsung ke lokasi. Periksa kelengkapan izin, hentikan perusakan sungai, dan telusuri siapa yang melindungi aktivitas ini.

“Jangan biarkan lingkungan kami hancur demi keuntungan segelintir orang. Kami minta penindakan nyata, bukan sekadar janji,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait.

Berita Terkait

Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit PETI di Muara Lembu
Polsek Jajaran Polres Kuansing Gencarkan Sosialisasi Larangan PETI
Polres Pasbar Bagikan Masker ke Warga Imbas Kabut Asap Karhutla
Karhutla Dharmasraya Masih Diselidiki, Kapolres Kartyana: Belum Ada Tersangka
Dharmasraya Naikkan Status Karhutla Jadi Siaga Darurat
Tindak Lanjut Layanan Kepolisian 110, Polsek Cerenti Tertibkan Dua Rakit PETI di Sungai Kuantan
Dharmasraya Siaga Darurat Karhutla, Bupati Liburkan Sekolah demi Lindungi Anak-anak
Pemkab Kuansing Tak Ingin Anak Daerah Tertinggal, SNT Dikejar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:54 WIB

Alat berat dan box penyaring emas beroperasi di belakang kampung Silagawen Menek Pasaman Barat, warga resah desak Kapolda Sumbar turun langsung

Minggu, 13 September 2026 - 09:53 WIB

Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit PETI di Muara Lembu

Sabtu, 12 September 2026 - 07:18 WIB

Polsek Jajaran Polres Kuansing Gencarkan Sosialisasi Larangan PETI

Jumat, 11 September 2026 - 11:22 WIB

Polres Pasbar Bagikan Masker ke Warga Imbas Kabut Asap Karhutla

Kamis, 10 September 2026 - 15:56 WIB

Karhutla Dharmasraya Masih Diselidiki, Kapolres Kartyana: Belum Ada Tersangka

Berita Terbaru

Berita

Polsek Singingi Tertibkan Dua Rakit PETI di Muara Lembu

Minggu, 13 Sep 2026 - 09:53 WIB