8 Ekskavator Diduga Beraksi di Perbatasan, Nama Rohum Mencuat: Siapa di Balik PETI?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman/Mandailing Natal/Tapanuli Selatan ,—Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali disorot di kawasan perbatasan Sumatera Barat–Sumatera Utara. Informasi masyarakat menyebut sedikitnya delapan ekskavator diduga beroperasi dari kawasan Panabari hingga wilayah yang mengarah ke Muara Batang Gadis dan Tapanuli Selatan.

Dalam informasi yang beredar, nama Rohum mencuat sebagai sosok yang diduga berkaitan dengan aktivitas PETI tersebut. Sejumlah warga menyebut Rohum sebagai pemain lama dalam aktivitas pertambangan ilegal di kawasan itu.

Lebih jauh, Rohum juga disebut-sebut merupakan PNS aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Namun, status kepegawaian dan dugaan keterlibatannya dalam PETI masih perlu diverifikasi dan dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.

Keberadaan delapan ekskavator memunculkan pertanyaan besar: siapa pemilik alat berat, siapa pemodal, siapa pengendali, dan ke mana hasil tambang mengalir?

Jika aktivitas tersebut benar berlangsung tanpa izin, penindakan semestinya tidak hanya menyasar operator di lapangan, tetapi juga menelusuri seluruh mata rantai, termasuk pemodal dan penampung hasil tambang.

Masyarakat juga meminta aparat memastikan legalitas kawasan, izin pertambangan, kepemilikan alat berat serta dugaan keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.

Redaksi menegaskan, nama Rohum dalam pemberitaan ini masih sebatas dugaan berdasarkan informasi masyarakat dan belum merupakan kesimpulan hukum. Redaksi terbuka terhadap hak jawab dan klarifikasi dari Rohum maupun pihak terkait.

Jika dugaan tersebut terbukti, publik berharap penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu. Jika tidak terbukti, fakta dan hasil pemeriksaan juga perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.(TIM)

Berita Terkait

Tim Raga Polres Kuansing Tingkatkan Patroli Malam, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kejahatan C3
Polda Riau Pastikan Asap Kampar Kiriman Jambi Berdasarkan Citra BMKG dan Arah Angin
JALUR Hadir di Bandar Alai Kari, Dit Pol Air Polda Riau dan Polres Kuansing Berikan Layanan Kesehatan hingga Bantuan Sembako
AMP2K Madina Demo Jilid III Minta Kapolri Copot Kapolres Madina Bagus Priandy Dinilai Tidak Becus.
“Polri Hadir di Tengah Duka: 247,66 Ton Bantuan Mengalir untuk Korban Gempa NTT”
525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing
Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:15 WIB

8 Ekskavator Diduga Beraksi di Perbatasan, Nama Rohum Mencuat: Siapa di Balik PETI?

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:30 WIB

Tim Raga Polres Kuansing Tingkatkan Patroli Malam, Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kejahatan C3

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Polda Riau Pastikan Asap Kampar Kiriman Jambi Berdasarkan Citra BMKG dan Arah Angin

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:23 WIB

JALUR Hadir di Bandar Alai Kari, Dit Pol Air Polda Riau dan Polres Kuansing Berikan Layanan Kesehatan hingga Bantuan Sembako

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:09 WIB

AMP2K Madina Demo Jilid III Minta Kapolri Copot Kapolres Madina Bagus Priandy Dinilai Tidak Becus.

Berita Terbaru