Kapolda Riau Buka Pelatihan Dubalang Batang Kuantan, Penjaga Adat dan Ekologi

Kamis, 20 November 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing-Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan membuka orientadi dan pelatihan Dubalang Batang Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam rangka memperkuat pencegahan gangguan kamtibmas dan lingkungan. Irjen Herry menyebut Dubalang menjadi penjaga ekologis dan penyeimbang alam.

“Hari ini kita membuat sejarah baru. Hari ini kita bisa menetapkan sebagai sejarah baru dalam peradaban di dunia moderen masih punya niat yang tukus untuk menjaga budaya dan alam di Kabupaten Kuantan Singingi,” kata Irjen Herry Heryawan dalam sambutannya, di Kuansing, Rabu (20/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Danrem 031/Wira Bima rigjen TNI Jarot Suprihant, Direktur Polairud Polda Riau Kombes Tri Setyadi, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Prof Robertus Robet, Panglima Dubalang Datuk Tomy dan ratusan Dubalang Batang Kuantan.

Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan kegiatan ini menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan sejarah baru di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Pertemuan ini melahirkan para Dubalang generasi baru, yang dipersiapkan sebagai penjaga peradaban lingkungan dan pelindung Sungai Batang Kuantan, nadi ekologi Provinsi Riau.

Herry Heryawan mengatakan Batang Kuantan adalah ibu yang senantiasa memberi makan di desa-desa sepanjang sungai. Dari hulu hingga hilir, Sungai Kuantan telah membawa kisah petani, nelayan, para ibu yang menimba air, hingga anak-anak yang tumbuh riang dalam budaya Pacu Jalur.

“Namun, sejarah juga pernah mengajarkan bahwa ketika sungai kehilangan keseimbangan, masyarakat juga kehilangan kekuatannya,” imbuhnya.

Herry Heryawan memberikan peringatan keras bahwa kerusakan ekologis bukan datang tiba-tiba, tetapi keadaan itu lahir dari perilaku kerusakan-kerusakan kecil yang terus diulang.

“Ketika ekosistem rapuh, bencara tidak lagi menjadi cerita lain. Ia menjadi tamu yang semakin sering datang ke rumah kita sendiri,” katanya.

Berangkat dari kerusakan alam yang terjadi di Riau, Kapolda membuat sebuah konsep Green Policing, sebuah paradigma baru keamanan ekologis. Green Policing menjadi sebuah paradigma penegakan hukum berbasis keberlanjutan.

Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya soal kejahatan jalanan, tetapi juga ejahatan ekologis. Polusi air, tambang ilegal yang merusak sungai dan hutan serta kebakaran hutan adalah ancaman keamanan.

“Ketika lingkungan runtuh, hidup masyarakat ikut runtuh. Karena itu, Polri melalui Polda memilih langkah baru: menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian inti dari tugas pemeliharaan Kamtibmas,” tegasnya.

Herry Heryawan menyampaikan Polda Riau akan terus bekerja melalui tiga jalur utama dalam menjalankan Green Policing, yakni dengan represif, penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) dan karhutla; jalur preventif (pencegahan) elalui edukasi, penyadaran, kampanye Green Policing; dan jalur restoratif (pemulihan) melalui rehabilitasi ekosistem, penanaman pohon, pemulihan sungai, dan pola dialog sosial yang menyentuh akar masalah.

Kapolda Riau memberi apresiasi tinggi kepada para Dubalang, sosok tradisional di Kuantan yang secara historis berdiri di garis depan menjaga adat dan martabat nagari. Pelatihan hari ini ini, menjadi momentum Dubalang memasuki tugas baru sebagai penjaga ekologi.

“Dubalang hari ini bukan hanya menjaga keamanan kampung, tetapi juga menjaga keberlanjutan sungai agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini adalah bentuk keberanian yang paling luhur: keberanian menjaga sesuatu yang tidak bersuara,” ucapnya.

Kapolda membandingkan semangat Dubalang dengan prinsip Bushido atau Jalan Ksatria dari Samurai di Jepang—bukan hanya ahli pedang, tetapi penjaga nilai. Sementara Samurai menjaga negeri dari ancaman manusia, Dubalang hari ini menjaga nagari dari ancaman sosial, budaya, dan ekologis.

“Marilah kita jadikan Dubalang Batang Kuantan simbol harapan baru bagi Riau. Dan mari kita buktikan bahwa generasi hari ini dapat menjadi generasi yang mengubah sejarah,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polsek Singingi Hilir Serahkan Bantuan Pupuk kepada Kelompok Tani Rukun Sentosa untuk Dukung Program Ketahanan Pangan Jagung Pipil
Kapolres Kuansing Tutup Turnamen Voli U-18 Polsek Cerenti Cup I, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi dan Jauhi Kenakalan Remaja
IPSI Kuansing Gelar Penataran dan Pelatihan Wasit Juri Pencak Silat Tahun 2026
Jajaran Polres Kuantan Singingi Gencarkan Upaya Pencegahan dan Antisipasi Karhutla
Kiprah Diakui Akademisi, Bupati Suhardiman Dipercaya Jadi Penguji Disertasi Doktor
Ribuan Peserta Antusias Ikuti Fun Run Road to RBR 2026, Polres Kuansing Bagikan Puluhan Doorprize Menarik
Polres Kuansing Fun Run Road to RBR 2026, Hadiah Sepeda Listrik hingga Puluhan Doorprize Menarik Siap Dibagikan
Bupati Suhardiman dan Hendrizal Tinjau Arena Utama MTQ Riau ke-44, Kuansing Mantapkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Terbaik
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:42 WIB

Polsek Singingi Hilir Serahkan Bantuan Pupuk kepada Kelompok Tani Rukun Sentosa untuk Dukung Program Ketahanan Pangan Jagung Pipil

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:38 WIB

Kapolres Kuansing Tutup Turnamen Voli U-18 Polsek Cerenti Cup I, Dorong Generasi Muda Raih Prestasi dan Jauhi Kenakalan Remaja

Senin, 22 Juni 2026 - 08:09 WIB

IPSI Kuansing Gelar Penataran dan Pelatihan Wasit Juri Pencak Silat Tahun 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 07:03 WIB

Jajaran Polres Kuantan Singingi Gencarkan Upaya Pencegahan dan Antisipasi Karhutla

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:59 WIB

Ribuan Peserta Antusias Ikuti Fun Run Road to RBR 2026, Polres Kuansing Bagikan Puluhan Doorprize Menarik

Berita Terbaru

Sosial

Sumbar Mengetuk Pintu, Riau Menggebrak Meja

Senin, 22 Jun 2026 - 12:37 WIB