Tim Elang Kuantan Bongkar Peredaran Sabu di Kuantan Tengah, Dua Pemuda Terancam 20 Tahun Penjara

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTANSINGINGI,– Kepolisian Resor (Polres) Kuantan Singingi melalui Tim Elang Kuantan Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap tindak pidana narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,05 gram di wilayah Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (12/01/2026).

Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba Polres Kuansing AKP Hasan Basri, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkotika di Desa Pulau Aro. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Elang Kuantan Satresnarkoba Polres Kuansing yang saya pimpin langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan dua orang tersangka,” ujar AKP Hasan Basri.

Sekira pukul 12.00 WIB, petugas melakukan pemantauan terhadap kendaraan yang kerap digunakan para tersangka. Selanjutnya, pada pukul 13.30 WIB, petugas melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki berinisial DBH (21) dan IR (24) saat berada di sebuah kedai nasi di Desa Beringin Taluk.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 6 (enam) paket diduga narkotika jenis sabu dengan rincian 1 paket berada di atas meja makan di dekat tersangka DBH (21), 4 paket di dalam kantong celana DBH (21), serta 1 paket di dalam kantong celana depan sebelah kiri tersangka IR (24).

Selain narkotika, Tim Elang Kuantan juga mengamankan barang bukti lain berupa 6 (enam) buah botol mini kecil yang diduga digunakan untuk menyimpan narkotika jenis sabu, 4 plastik klip bening kosong ukuran besar, 1 tas handbag warna hitam, 2 unit handphone, 1 buah korek api mancis, serta 1 unit sepeda motor Suzuki Shogun warna biru tanpa nomor polisi.

“Hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengakui berperan sebagai penjual atau pengedar. Narkotika tersebut diperoleh dari seseorang berinisial H yang saat ini masih dalam proses penyelidikan. Transaksi dilakukan secara online dengan sistem kerja, dengan imbalan Rp1.000.000,” jelas AKP Hasan Basri.

Lebih lanjut disampaikan, hasil tes urine terhadap kedua tersangka menunjukkan positif mengandung Amphetamine, yang memperkuat dugaan keterlibatan aktif para tersangka dalam penyalahgunaan narkotika.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana telah disesuaikan dalam Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Ancaman pidana bagi para tersangka berupa pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” tegas AKP Hasan Basri mewakili Kapolres Kuantan Singingi.

Kapolres Kuantan Singingi melalui Kasat Resnarkoba menegaskan bahwa Polres Kuansing berkomitmen penuh untuk memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya serta mengajak masyarakat untuk terus bersinergi memberikan informasi kepada pihak kepolisian demi melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Sumber: Humas Polres Kuantan Singingi

Berita Terkait

Mengejutkan, PETI di Tigo Lurah Diduga Kian Marak, Warga Ungkap Dugaan Transaksi Narkotika di Lokasi Tambang
Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri
Razia Gabungan Ops Keselamatan LK 2026, Polres Kuansing Ajak Masyarakat Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas
Anton Diduga Kuasai Dua Ekskavator PETI di Hutan Lindung Kipek dan Media Direspon Arogan
Aktivitas PETI Gunakan Dua Unit Ekskavator Diduga Milik Nas alias Karunai
Aktivitas PETI Rusak Lingkungan di Payung Sekaki dan Tigo Lurah, Kaciak dan Ujang Disebut Memiliki 10 Unit Ekskavator
Uang Keringat Petani Dipertaruhkan, KUD Tunas Mukti Terjebak Lahan Bermasalah
Diduga Setor ke Oknum Krimsus Polda Sumbar, Mafia PETI Solok Kebal Hukum: Masyarakat Mendesak Mabes Polri Turun Tangan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 00:32 WIB

Mengejutkan, PETI di Tigo Lurah Diduga Kian Marak, Warga Ungkap Dugaan Transaksi Narkotika di Lokasi Tambang

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:33 WIB

Hadiri Pemakaman, Kapolri: Pesan Eyang Meri Jadi Inspirasi dan Semangat Keluarga Besar Polri

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:30 WIB

Razia Gabungan Ops Keselamatan LK 2026, Polres Kuansing Ajak Masyarakat Bangun Budaya Tertib Berlalu Lintas

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:57 WIB

Anton Diduga Kuasai Dua Ekskavator PETI di Hutan Lindung Kipek dan Media Direspon Arogan

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:55 WIB

Aktivitas PETI Gunakan Dua Unit Ekskavator Diduga Milik Nas alias Karunai

Berita Terbaru