PETI Kian Menggila di Sungai Teso, Puluhan Rakit Dompeng Beroperasi Bebas Tanpa Penindakan

Sabtu, 25 April 2026 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuansing – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Teso, tepatnya di Desa Beringin Jaya dan Desa Suka Maju, Kecamatan Singingi Hilir, semakin tak terkendali. Puluhan hingga puluhan lebih rakit dompeng dilaporkan bebas beroperasi, diduga tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, Sabtu (25/04/2026).

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, aktivitas PETI di kawasan hulu Sungai Teso ini telah berlangsung lama. Ironisnya, jumlah rakit dompeng yang beroperasi justru terus bertambah.

“Aktivitas PETI di aliran Sungai Teso ini sudah berlangsung lama dan jarang disorot media. Sekarang jumlah rakit malah semakin banyak,” ungkap salah satu sumber.

Ia juga menantang agar kondisi tersebut dibuktikan langsung di lapangan. “Kalau ingin jelas, silakan tinjau langsung ke lokasi,” tambahnya, Selasa (20/04/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media melakukan penelusuran ke lokasi pada Rabu (22/04/2026). Hasilnya, di sepanjang aliran Sungai Teso, Desa Beringin Jaya, terlihat puluhan unit rakit dompeng beroperasi secara terang-terangan tanpa rasa khawatir.

Seorang warga yang ditemui di lokasi saat memancing turut membenarkan kondisi tersebut.

“Aktivitas PETI di sini sudah lama. Di sekitar aliran Sungai Teso Desa Beringin Jaya saja ada puluhan rakit, dan memang jarang disorot media,” ujarnya.

Ia bahkan mengungkapkan jumlah yang lebih besar. “Di Aliran sungai teso sekitar 80 rakit, dan masih ada yang sedang dirakit lagi,” tambahnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Singingi Hilir, IPDA Erwin, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (25/04/2026), belum mendapat tanggapan meski pesan telah ceklis dua.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut. Aktivitas PETI yang terus dibiarkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, termasuk ancaman bencana ekologis.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polsek Singingi Hilir, segera bertindak tegas dan tidak membiarkan praktik ilegal ini terus berlangsung. Tanpa langkah nyata, kerusakan lingkungan di Sungai Teso dikhawatirkan akan semakin parah dan berujung pada bencana yang merugikan banyak pihak.(TIM)

Berita Terkait

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Tim Gabungan Musnahkan 33 Rakit PETI di Kecamatan Singingi
Pj Sekda Kuansing Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur 2026, Kukuhkan Tim Kerja Satpol PP
Penyakit Masyarakat Jadi Sorotan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Besar Lintas Sektor
Negeri Memanggil! Muklisin Ajak Seluruh Anak Kuansing Meriahkan Pacu Jalur 2026
MASRUL HAKIM: Target PAD Kuansing Rp255 Miliar, Berita Rp155 Miliar Hoaks Akibat Salah Tulis
Muklisin Buka Suara Soal Mundurnya Enam PPPK Kuansing: Pilihan Berat di Tengah Tekanan Ekonomi
Polres Kuansing Bersama Polda Riau Tindak 16 Lokasi PETI dalam Sepekan, 48 Rakit Dimusnahkan
Kapolres Kuansing Pimpin Rakor Pengamanan Pacu Jalur Tepian Narosa 2026, Tekankan Kesiapan dan Sinergi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, Tim Gabungan Musnahkan 33 Rakit PETI di Kecamatan Singingi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:13 WIB

Pj Sekda Kuansing Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pacu Jalur 2026, Kukuhkan Tim Kerja Satpol PP

Selasa, 4 Agustus 2026 - 04:29 WIB

Penyakit Masyarakat Jadi Sorotan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Besar Lintas Sektor

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Negeri Memanggil! Muklisin Ajak Seluruh Anak Kuansing Meriahkan Pacu Jalur 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:03 WIB

MASRUL HAKIM: Target PAD Kuansing Rp255 Miliar, Berita Rp155 Miliar Hoaks Akibat Salah Tulis

Berita Terbaru