Kuansing – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Teso, tepatnya di Desa Beringin Jaya dan Desa Suka Maju, Kecamatan Singingi Hilir, semakin tak terkendali. Puluhan hingga puluhan lebih rakit dompeng dilaporkan bebas beroperasi, diduga tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum, Sabtu (25/04/2026).
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, aktivitas PETI di kawasan hulu Sungai Teso ini telah berlangsung lama. Ironisnya, jumlah rakit dompeng yang beroperasi justru terus bertambah.
“Aktivitas PETI di aliran Sungai Teso ini sudah berlangsung lama dan jarang disorot media. Sekarang jumlah rakit malah semakin banyak,” ungkap salah satu sumber.
Ia juga menantang agar kondisi tersebut dibuktikan langsung di lapangan. “Kalau ingin jelas, silakan tinjau langsung ke lokasi,” tambahnya, Selasa (20/04/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media melakukan penelusuran ke lokasi pada Rabu (22/04/2026). Hasilnya, di sepanjang aliran Sungai Teso, Desa Beringin Jaya, terlihat puluhan unit rakit dompeng beroperasi secara terang-terangan tanpa rasa khawatir.
Seorang warga yang ditemui di lokasi saat memancing turut membenarkan kondisi tersebut.
“Aktivitas PETI di sini sudah lama. Di sekitar aliran Sungai Teso Desa Beringin Jaya saja ada puluhan rakit, dan memang jarang disorot media,” ujarnya.
Ia bahkan mengungkapkan jumlah yang lebih besar. “Di Aliran sungai teso sekitar 80 rakit, dan masih ada yang sedang dirakit lagi,” tambahnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Singingi Hilir, IPDA Erwin, melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (25/04/2026), belum mendapat tanggapan meski pesan telah ceklis dua.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan penegakan hukum di wilayah tersebut. Aktivitas PETI yang terus dibiarkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, termasuk ancaman bencana ekologis.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polsek Singingi Hilir, segera bertindak tegas dan tidak membiarkan praktik ilegal ini terus berlangsung. Tanpa langkah nyata, kerusakan lingkungan di Sungai Teso dikhawatirkan akan semakin parah dan berujung pada bencana yang merugikan banyak pihak.(TIM)







