Kerja DLH dan PT PCS Disorot, Dugaan Kolam Limbah Jebol Rendam Rumah Warga di Logas Hilir

Senin, 11 Mei 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logas hilir – Kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuantan Singingi bersama pihak PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS) menjadi sorotan tajam setelah muncul dugaan jebolnya kolam limbah perusahaan yang disebut-sebut memicu banjir hingga merendam rumah warga di Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi.

Ketua DPD LSM KPK-RI Kabupaten Kuantan Singingi, Fathul Mu’in, menegaskan bahwa apabila banjir tersebut benar disebabkan oleh jebolnya kolam limbah milik PT PCS, maka perusahaan wajib bertanggung jawab penuh atas seluruh kerugian yang dialami masyarakat.

Menurutnya, lambannya respons pemerintah daerah maupun pihak perusahaan menimbulkan keresahan di tengah warga yang terdampak banjir.

“Heran, kok bisa belum ada tindakan? PT PCS seharusnya sudah mengambil langkah cepat membantu masyarakat, dan pemerintah daerah juga harus hadir di tengah masyarakat untuk mencarikan solusi,” tegas Mu’in, Senin (11/05/2026).

Sorotan semakin menguat setelah pihak DLH Kuansing mengakui belum turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lapangan.

“Benar, kami belum turun ke lokasi, baik ke perusahaan maupun ke lingkungan masyarakat yang terdampak banjir. Sampai saat ini juga belum ada jadwal pasti untuk turun lapangan,” ungkap salah seorang pejabat bidang terkait di DLH Kuansing saat dikonfirmasi awak media.

Pernyataan tersebut memicu kritik publik terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam menangani dugaan persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Fathul Mu’in menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut potensi pencemaran lingkungan serta keselamatan warga yang terdampak banjir.

“Dinas terkait jangan hanya diam. Harus ada pengecekan lapangan secara terbuka dan transparan. Jika ditemukan adanya kelalaian atau pelanggaran dalam pengelolaan limbah, maka wajib ada tindakan tegas terhadap perusahaan,” ujarnya.

LSM KPK-RI Kuansing juga mendesak PT PCS agar membuka secara transparan kondisi kolam limbah serta sistem pengelolaan lingkungan yang selama ini dijalankan perusahaan agar masyarakat mengetahui fakta sebenarnya.

Sementara itu, warga Desa Logas Hilir berharap pemerintah daerah segera turun tangan membantu masyarakat yang terdampak banjir dan memastikan penyebab banjir diusut secara menyeluruh.

“Kami hanya ingin ada perhatian serius. Rumah warga terendam, aktivitas terganggu, masyarakat dirugikan. Jangan sampai masalah ini dibiarkan begitu saja. Sampai sekarang belum ada yang turun ke lokasi,” ungkap salah seorang warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan jebolnya kolam limbah yang disebut menjadi penyebab banjir di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru