Teluk kuantan -Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang akan digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus mematangkan berbagai persiapan teknis guna memastikan ribuan tamu, kafilah, dan pengunjung yang datang dari seluruh kabupaten dan kota di Riau merasa nyaman selama berada di Kota Jalur.
Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan teknis yang dipimpin Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, M.M., yang diwakili oleh Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar Ali, M.M., di Teluk Kuantan, Selasa (9/6/2026).
“Kami hari ini melaksanakan rapat teknis persiapan pelaksanaan pawai ta’aruf, pengaturan peserta, pawai jalur, serta penertiban selama kegiatan MTQ berlangsung,” ujar Azhar Ali.
Menurutnya, kesiapan pelaksanaan MTQ tidak hanya menyangkut suksesnya acara, tetapi juga bagaimana memberikan kesan terbaik kepada para tamu yang datang ke Kuansing.
Dengan hadirnya ribuan peserta, official, tamu undangan, dan masyarakat dari berbagai daerah, sektor ekonomi lokal diprediksi akan mengalami peningkatan yang signifikan. Mulai dari pedagang kuliner, pengrajin, pelaku usaha oleh-oleh khas daerah, hingga sektor perhotelan dan transportasi diperkirakan akan merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.
Salah satu agenda yang dipersiapkan secara matang adalah pawai ta’aruf yang menjadi pembuka kemeriahan MTQ. Pada kegiatan itu, sebanyak lima marching band akan mengiringi peserta kafilah Kuansing sehingga diperkirakan mampu menarik perhatian masyarakat dan pengunjung.
“Pada pawai ta’aruf nanti akan ada lima marching band yang mengiringi peserta kafilah Kuansing. Karena itu diperlukan pengaturan yang baik agar kegiatan berjalan lancar dan meriah,” jelasnya.
Rute pawai akan dimulai dari depan Kantor Pos Teluk Kuantan hingga berakhir di Taman Jalur. Selain kafilah, seluruh kecamatan di Kuansing juga akan ikut berpartisipasi dengan menghadirkan kepala desa serta menampilkan pawai budaya bernuansa Islami yang menjadi ciri khas masing-masing wilayah.
“Setiap kecamatan akan mengikutsertakan seluruh kepala desa dan menampilkan pawai budaya. Ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus menyemarakkan MTQ,” tambah Azhar.
Tak tanggung-tanggung, jumlah peserta pawai dari Kabupaten Kuantan Singingi diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 orang. Keramaian tersebut diyakini akan menjadi peluang emas bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan mereka kepada para tamu yang hadir.
Momentum MTQ ini diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan selama MTQ berlangsung, UMKM Kuansing berpeluang memperluas pasar, meningkatkan omzet, sekaligus memperkenalkan produk lokal ke tingkat provinsi.
“Peserta pawai dari Kuansing diperkirakan lebih dari 4.000 orang. Kita ingin pelaksanaan pawai ta’aruf berlangsung meriah, tertib, dan menjadi gambaran semangat masyarakat Kuansing dalam menyukseskan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau,” tutup Azhar.
MTQ kali ini pun diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kabupaten Kuantan Singingi.







