DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Tetap Berlanjut, Saan Mustopa: Masuk Prioritas Prolegnas 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan bahwa anggapan yang beredar di masyarakat yang menyebut DPR RI menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tidak benar. Menurutnya, pembahasan rancangan undang-undang tersebut terus berjalan secara intensif melalui Komisi III DPR RI sejak September tahun lalu.

“Sangat perlu kami sampaikan bahwa isu yang beredar di masyarakat itu tidak benar, bahwa DPR menolak terkait dengan pembahasan RUU Perampasan Aset. Sampai hari ini DPR terus melakukan pembahasan terkait rancangan ini, khususnya di lingkungan Komisi III,” ujar Saan dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Saan menjelaskan, pembahasan dilakukan melalui berbagai mekanisme resmi, mulai dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) hingga dengar pendapat publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Di antaranya pertemuan dengan Persatuan Advokat Indonesia (PERADI), para praktisi hukum, serta menerima masukan langsung dari masyarakat luas.

Ia menambahkan, RUU Perampasan Aset juga telah tercantum dalam Daftar Prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2026. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan pandangan antara DPR dengan pemerintah terkait upaya pemulihan kerugian negara dan perampasan aset hasil tindak pidana.

“Kita tetap berkomitmen penuh, dan langkah ini juga untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Prosesnya masih terus berjalan,” katanya.

Mengenai jadwal penetapan, Saan mengatakan DPR menargetkan pembahasan RUU Perampasan Aset dapat diselesaikan pada tahun ini mengingat statusnya sebagai prioritas nasional. Meski demikian, ia mengajak masyarakat untuk turut memberikan saran dan masukan agar substansi RUU semakin komprehensif.

“Karena ini prioritas tahun 2026, kami berupaya maksimal agar selesai tahun ini. Namun, masukan dari masyarakat sangat penting agar RUU ini nantinya disahkan menjadi peraturan yang matang, lengkap, dan sempurna untuk kepentingan bersama,” tutup Saan.

 

Berita Terkait

Dukung Program Swasembada Pangan 2026, Polsek Logas Tanah Darat Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung di Desa Perhentian Luas
Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2026, Polsek Cerenti Hadiri Panen Raya Jagung Pipil di Desa Pesikaian
Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat, Muklisin dan Ombudsman Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik
Minggu Kasih Polres Kuansing, Hadir di Tengah Jemaat Gereja, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Pulau Busuk,Dua Rakit Dimusnahkan
Polsek Singingi Tertibkan Aktivitas PETI di Muara Lembu, Satu Unit Rakit Dimusnahkan
Jumat Berkah, Polres Kuansing dan Polsek Jajaran Berbagi Sembako kepada Masyarakat
Ngopi Yuk! Bersama Humas Polres Kuansing, Sosialisasikan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Melalui Live Streaming
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:10 WIB

Dukung Program Swasembada Pangan 2026, Polsek Logas Tanah Darat Cek Pertumbuhan Tanaman Jagung di Desa Perhentian Luas

Selasa, 3 November 2026 - 10:53 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional 2026, Polsek Cerenti Hadiri Panen Raya Jagung Pipil di Desa Pesikaian

Selasa, 3 November 2026 - 06:43 WIB

Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat, Muklisin dan Ombudsman Dorong Digitalisasi Pelayanan Publik

Minggu, 1 November 2026 - 05:47 WIB

Minggu Kasih Polres Kuansing, Hadir di Tengah Jemaat Gereja, Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Polsek Cerenti Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Pulau Busuk,Dua Rakit Dimusnahkan

Berita Terbaru