TELUK KUANTAN – Di tengah tantangan efisiensi anggaran dan tekanan fiskal yang sedang dihadapi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Muradi resmi mengemban amanah sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah. Amanah itu bukan sekadar jabatan, tetapi kepercayaan besar untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan demi kepentingan masyarakat.Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, Muklisin, menegaskan bahwa ada tiga agenda besar yang harus segera dikawal Muradi.
Selain memastikan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026 berjalan efektif dan efisien, ia juga diminta mengoordinasikan penyusunan RKPD 2027 serta mempersiapkan perhelatan nasional Pacu Jalur, tradisi kebanggaan masyarakat Kuansing yang menjadi identitas daerah.
Di hadapan jajaran pemerintahan, Muklisin juga mengamanahkan Muradi untuk memimpin seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kinerja birokrasi. Tak kalah penting, ia diminta membangun sinergi dengan Forkopimda, akademisi, insan pers, tokoh adat, hingga para ulama agar pembangunan daerah berjalan dengan semangat kebersamaan.
Menurut Muklisin, pelantikan Pj Sekda bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, melainkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memperkuat konsolidasi birokrasi di tengah berbagai tantangan yang ada.
“Pengangkatan Penjabat Sekretaris Daerah bukan sekadar mengisi posisi struktural atau proses administratif, melainkan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi birokrasi,” ujar Muklisin, Kamis (30/7/2026).
Ia mengakui, kondisi keuangan daerah saat ini tidak sedang mudah. Dinamika kebijakan fiskal pemerintah pusat dan berkurangnya alokasi transfer ke daerah berdampak langsung terhadap kemampuan keuangan Kabupaten Kuansing. Namun, ia mengingatkan agar situasi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengendurkan semangat pengabdian.
Muklisin meminta seluruh jajaran pemerintah menerapkan efisiensi secara bijaksana, menjaga kekompakan ASN dan OPD, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Kita harus tetap konsisten dan tidak larut pada persoalan yang terjadi. Cukup itu menjadi pelajaran untuk selanjutnya kita kembali fokus pada pengabdian,” tegasnya.
Di pundak Muradi kini tersimpan harapan besar. Bukan hanya menjaga stabilitas pemerintahan dan mengawal anggaran daerah, tetapi juga memastikan Pacu Jalur-warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing – dapat terselenggara dengan baik, menjadi simbol persatuan, semangat gotong royong, dan kecintaan terhadap daerah.







