Belum lama berduka, PETI Menggunakan Alat Berat kembali beroperasi, ada yang melindungi?

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIJUNJUNG – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kini kembali merajalela, bahkan semakin nekat beroperasi hanya berjarak beberapa meter dari jalan lintas Tanjung Ampalu–Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung. Padahal belum lama berselang, wilayah ini sempat berduka karena jatuhnya korban jiwa akibat praktik berbahaya itu. Namun seakan tak ada jera, aktivitas ilegal itu kini kembali berjalan tanpa rasa takut sedikit pun.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat (07/08/2026), puluhan unit alat berat terlihat sibuk beroperasi hampir tanpa henti, mengeruk tanah dan merusak lingkungan tepat di pinggir jalan yang setiap hari dilalui warga. Pemandangan itu sungguh memilukan hati siapa pun yang melintas. Warga hanya bisa menyaksikan dengan tangan terlipat, merasa tak berdaya melihat kerusakan yang terjadi di depan mata mereka.

“Kami hanya bisa menyaksikan karena pelaku PETI beralasan sekadar mencari makan. Namun yang kami sayangkan, tak terlihat sama sekali tindakan atau penertiban dari aparat penegak hukum. Seolah-olah semua berjalan aman-aman saja, tidak ada yang berani menyentuh mereka,” ungkap seorang warga dengan nada penuh keprihatinan, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kekhawatiran warga semakin memuncak lantaran beredarnya kabar yang membuat bulu kuduk merinding. Disebut-sebut, setiap unit alat berat yang beroperasi diwajibkan membayar sejumlah uang “setoran” kepada oknum tertentu agar dibiarkan beroperasi tanpa gangguan. Tak hanya itu, BBM yang digunakan untuk menggerakkan puluhan unit alat berat itu pun diduga menggunakan BBM subsidi yang seharusnya untuk rakyat kecil!

“Isu soal setoran itu sudah lama beredar di masyarakat. Itulah sebabnya tambang ilegal ini tetap berjalan lancar meski sudah berulang kali diprotes warga. Bagaimana mungkin mereka bisa terus beroperasi jika tidak ada ‘jalur aman’? Dan yang lebih menyakitkan, BBM subsidi rakyat pun dikuras habis untuk kepentingan segelintir orang,” tambah sumber lain yang juga meminta namanya tidak dipublikasikan.

Rakyat mulai bertanya-tanya dengan penuh kesadaran: ke mana perginya hukum dan perlindungan yang dijanjikan negara? Mengapa PETI begitu perkasa, seakan tak tersentuh hukum? Apakah benar ada kekuatan yang melindungi mereka di balik layar?

Kini, harapan satu-satunya masyarakat tertuju pada Mabes Polri dan Kapolda Sumatera Barat yang baru saja menjabat. Di bawah kepemimpinan yang baru, warga menaruh harapan besar agar ada angin segar, keberanian baru, dan ketegasan tanpa kompromi untuk memberantas tuntas PETI di Sumatera Barat, khususnya di Tanjung Ampalu–Muaro Bodi.

Warga berharap: Jangan biarkan air mata dan luka duka warga sia-sia. Turunlah ke lapangan, buktikan keadilan benar-benar ada. Tindak tegas pelaku PETI, dan jika ada oknum yang melindungi, seret sekalian ke meja hijau! Rakyat menunggu, mata rakyat terus mengawasi setiap langkah yang diambil.

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru