Kuansing – Harapan baru untuk ratusan anak di Riau mulai terwujud. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kuantan Singingi resmi dibuka, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Sebanyak 392 siswa-siswi Sekolah Rakyat se-Provinsi Riau mengikuti kegiatan tersebut. Pembukaan dilakukan Plt Bupati Kuansing H. Muklisin yang diwakili Pj Sekda Kuansing Drs. Muradi, M.Si.
Dalam sambutannya, Muradi mengatakan Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
“Kami berharap para siswa mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh semangat. Jadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk meraih cita-cita dan membanggakan orang tua serta daerah,” ujar Muradi.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kuansing Ziyadul Kamal, S.Pd.I., MA., memastikan pihaknya siap memberikan pendidikan terbaik sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi para siswa.
“Kami siap mendidik, membimbing dan mengembangkan potensi anak-anak. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi dan memiliki masa depan yang cerah,” ungkap Ziyadul.
Momen pembukaan MPLS juga diwarnai suasana haru dari para orang tua siswa. Salah satunya Fitri, wali murid asal Teluk Belanga, Rokan Hilir (Rohil).
Fitri menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden atas hadirnya program Sekolah Rakyat. Baginya, kesempatan tersebut menjadi harapan besar bagi masa depan anaknya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk bersekolah di Sekolah Rakyat. Anak saya kami titipkan di sini, semoga bisa belajar dengan baik dan ke depannya sukses,” ungkap Fitri.
Ia berharap pendidikan yang diterima anaknya di Sekolah Rakyat dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Bagi Fitri dan para orang tua lainnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menuntut ilmu. Program ini menjadi harapan baru untuk mengubah masa depan anak sekaligus mengangkat kehidupan keluarga.
Kini, 392 siswa se-Riau memulai langkah baru. Dari lingkungan sekolah inilah, mereka diharapkan tumbuh, belajar, dan mengejar cita-cita untuk menatap masa depan yang lebih cerah.







