Bos Togel Bermarga Sihombing Diduga Kuasai Jaringan Judi di Pelalawan, Kapolda Riau Diminta Turun Gunung!

Minggu, 21 September 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelalawan – Maraknya perjudian Toto Gelap (Togel) di Kabupaten Pelalawan kian meresahkan. Meski jelas-jelas dilarang pemerintah dan diancam pidana berat melalui Pasal 303 KUHP dengan hukuman hingga 10 tahun penjara, praktik haram ini tetap berjalan mulus seolah tanpa hambatan.

Hasil investigasi di lapangan menunjukkan, perjudian togel di Pelalawan bukan sekadar mainan warung kopi, melainkan sudah menjelma menjadi jaringan besar, rapi, dan terstruktur. Informasi yang dihimpun, para bandar lapangan dikomandoi sejumlah korlap, antara lain Silalahi di Undangan, Simamora di Sorek Bangun, dan Simarmata di Ukui. Namun, aktor besar di balik layar diduga kuat adalah bos bermarga Sihombing, warga Duri, yang disebut-sebut menguasai jaringan togel di sejumlah kabupaten/kota di Riau.

Seorang narasumber bahkan blak-blakan menyebut, bos besar ini bermain aman dengan cara menyetor uang puluhan juta rupiah ke oknum tertentu, sehingga bisnis haramnya tetap melenggang tanpa hambatan. “Pak, di sini banyak sekali yang jual togel. Kalau tak percaya, coba lihat kedai itu. Uang setoran biasanya dikutip tiap Selasa dan Jumat,” ungkap seorang warga Pangkalan Kerinci yang enggan disebut namanya.

Praktik judi togel ini bukan sekadar soal “angka keberuntungan”, tapi telah menjadi penyakit masyarakat yang merusak tatanan. Dampaknya nyata: memicu kemiskinan, pencurian, hingga kriminalitas lain. Ironisnya, aparat penegak hukum di daerah justru terkesan tutup mata.

Pertanyaannya: sampai kapan rakyat harus dibiarkan menjadi korban?
Apakah hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas?

Kasus ini jelas bukan perkara sepele. Kapolda Riau sudah seharusnya turun gunung! Membongkar jaringan togel besar ini dan menindak tegas siapa pun yang terlibat, termasuk oknum yang diduga bermain di belakang layar.

Jika dibiarkan, perjudian togel akan terus merajalela, dan kepercayaan publik terhadap aparat hukum akan semakin runtuh. Masyarakat Pelalawan menunggu aksi nyata, bukan sekadar janji.

Berita Terkait

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing
Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi
Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan
Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan
Merah Putih Berkibar di Hati Masyarakat, Sat Intelkam Polres Kuansing Bagikan Bendera Jelang HUT RI ke-81
Unggul di Enam Kategori, Polda Riau Juara Umum Ketahanan Pangan Polri
Jalan Benai Jadi Sorotan, Plt Bupati Kuansing Kejar Realisasi MoU ke Jakarta
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:03 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan

Berita Terbaru