Instruksi Mabes Polri Diinjak-Injak: PETI di Kapuas Sintang Jadi Ladang Uang Haram, Aparat Diduga Main Mata

Minggu, 7 September 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sintang, Kalbar — 6 September 2025 Surat Telegram Mabes Polri tertanggal 16 Agustus 2025 jelas dan tegas: tindak habis seluruh pertambangan emas ilegal di Indonesia. Tapi di Sintang, Kalimantan Barat, perintah itu tampaknya hanya jadi kertas lusuh tanpa wibawa.

Di Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menggila. Mesin dompeng meraung siang dan malam, memuntahkan lumpur dan merkuri ke aliran Sungai Kapuas. Air yang dulu jernih kini berubah keruh, sementara aparat penegak hukum justru bungkam seakan tak punya mata.

“Ironis, aktivitas sejelas ini tidak tersentuh hukum. Apa aparat tidak melihat, atau pura-pura tidak melihat?” cetus seorang warga dengan wajah geram.

Warga menuding keras adanya beking dari oknum tertentu. “Tambang ini sudah bertahun-tahun jalan, bebas semaunya. Kalau tidak ada yang melindungi, mustahil bisa seperti ini,” ujar seorang warga lainnya.

Kapuas Dihancurkan, Hukum Dipermainkan

Sungai Kapuas bukan sekadar aliran air. Ia adalah nadi kehidupan jutaan orang, sumber air bersih, transportasi, ikan, bahkan ekonomi rakyat kecil. Kini, Kapuas perlahan disulap menjadi kolam racun merkuri.

Undang-Undang Minerba Nomor 3 Tahun 2020 Pasal 158 jelas mengancam pelaku tambang ilegal dengan 5 tahun penjara dan denda Rp100 miliar. Tapi di Sintang, pasal itu mandul.

Hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul—bahkan patah—saat berhadapan dengan cukong emas.

Diamnya Aparat, Matinya Kepercayaan

Hingga berita ini dirilis, konfirmasi kepada Polres Sintang dan Polda Kalbar tak kunjung berjawab. Publik pun bertanya: diam karena tidak tahu

Berita Terkait

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI
Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?
Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian
Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg
Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher
Polres Kuansing Dukung Asta Cita Presiden, Tanam Jagung Pipil di Enam Desa Kecamatan Cerenti
Bursa Ketua Parpol di Kuansing Menghangat, Nama Muklisin Mulai Disebut
Ketua DPRD Kuansing Pimpin Ketok APBD Perubahan 2026 Rp1,659 Triliun
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:35 WIB

Kapolda Baru Sumbar Dihadapkan pada Tantangan Pemberantasan PETI

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Enam Pabrik Sawit di Kuansing Tersorot: Bagaimana dengan Puluhan PKS Lainnya, Apakah Benar-Benar Aman?

Minggu, 4 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Enam PKS Disetop, Harga TBS Petani Kuansing Anjlok Jadi Rp2.800/Kg

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Angin Kencang Nyaris Renggut Nyawa di Dekat Masjid Agung: Reklame Tumbang, Kabel Terjuntai, Warga Tersangkut Leher

Berita Terbaru