Keresahan Anak Cucu Kemenakan Terkait Aset Tanah Adat Kenegerian Toluak

Rabu, 29 April 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTAN SINGINGI – Mewakili suara anak cucu kemenakan masyarakat adat Kenegerian Toluak kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing ) Riau dari suku nan tigo H Saifullah Afrianto menyampaikan pertanyaan dan keresahan kepada Datuak nan Berompek terkait status aset tanah adat kenegerian yang berada di dua hamparan, tepatnya di seberang Rumah Godang berlokasi di Karak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kata dia, tanah tersebut dahulunya dibeli menggunakan dana hasil sumbangan anak cucu kemenakan. Pengumpulan dana itu dilaksanakan melalui musyawarah yang diadakan di rumah almarhum Asrul Ja’afar mantan Bupati Kuansing atau yang juga dikenal sebagai Rumah Kak Eri Yulidar.Namun, kondisi saat ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Dua hamparan tanah tersebut diduga telah mengalami alih fungsi, bahkan tidak menutup kemungkinan telah terjadi peralihan hak.

Hal ini terlihat dari adanya pembangunan gedung yang disebut-sebut sebagai Koperasi Merah Putih di salah satu lokasi, sementara lokasi lainnya tampak telah dikuasai oleh pihak lain.

Situasi ini memicu pertanyaan dari anak cucu kemenakan kepada para pemangku adat, khususnya Datuak nan Berompek: bagaimana proses perubahan tersebut bisa terjadi, dan apakah sudah melalui kesepakatan serta musyawarah bersama sesuai dengan adat yang berlaku.

“Masyarakat berharap adanya penjelasan yang terbuka dan transparan dari para pemangku adat terkait status dan pengelolaan aset tanah adat tersebut. Kejelasan ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan serta memastikan bahwa aset kenegerian tetap dikelola sesuai dengan nilai-nilai adat dan kepentingan bersama,” ujar H Saifullah Afrianto yang diketahui berasal dari suku nan tigo dalam masyarakat adat Kenegerian Teluk Kuantan,pada Rabu (29/04/2026).

Hingga saat ini, lanjutnya, anak cucu kemenakan masih menantikan jawaban dan klarifikasi resmi guna meluruskan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Anak cucu kemenakan, menunggu penjelasan resmi dari Datuak nan barompek, terkait kejelasan aset tanah adat Kenegerian Teluk Kuantan tersebut,” ucapnya.

Berita Terkait

Ribuan Peserta Antusias Ikuti Fun Run Road to RBR 2026, Polres Kuansing Bagikan Puluhan Doorprize Menarik
Polres Kuansing Fun Run Road to RBR 2026, Hadiah Sepeda Listrik hingga Puluhan Doorprize Menarik Siap Dibagikan
Bupati Suhardiman dan Hendrizal Tinjau Arena Utama MTQ Riau ke-44, Kuansing Mantapkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Terbaik
Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal Hadiri Pembukaan Hari Pertama Pacu Jalur Pangean 2026
Grasstrack Trophy Karang Taruna Desa Sungai Keranji 2026 Siap Digelar, Fatkhul Muin Ajak Masyarakat Ramaikan Event
Kapolres Kuansing Pantau Perkembangan Tanaman Jagung di Hulu Kuantan, Perkuat Dukungan Swasembada Pangan 2026
Dukung ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Singingi Hilir ikut panen jagung bersama warga
Desain Resmi Astaqa MTQ Riau 2026 di Kuansing Berbeda dari yang Beredar di Media Sosial
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 02:59 WIB

Ribuan Peserta Antusias Ikuti Fun Run Road to RBR 2026, Polres Kuansing Bagikan Puluhan Doorprize Menarik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:28 WIB

Polres Kuansing Fun Run Road to RBR 2026, Hadiah Sepeda Listrik hingga Puluhan Doorprize Menarik Siap Dibagikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:19 WIB

Bupati Suhardiman dan Hendrizal Tinjau Arena Utama MTQ Riau ke-44, Kuansing Mantapkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Terbaik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:45 WIB

Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal Hadiri Pembukaan Hari Pertama Pacu Jalur Pangean 2026

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:20 WIB

Grasstrack Trophy Karang Taruna Desa Sungai Keranji 2026 Siap Digelar, Fatkhul Muin Ajak Masyarakat Ramaikan Event

Berita Terbaru