Mangkrak Sejak 2019, Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat Rumbio Bentuk Tim Percepatan

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAMPAR – Ninik mamak dan tokoh masyarakat Kenegerian Umbio mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang telah terbengkalai selama tujuh tahun.

Desakan ini disampaikan dalam musyawarah bersama yang digelar bersempena dengan Halal Bihalal 1447 Hijriah di Masjid Jami’ Kenegerian Umbio, Minggu (29/3/2026).

“Sejak wabah COVID-19 melanda, pembangunan jembatan ini terhenti. Karena itu, kita harus bergerak bersama dan menyamakan persepsi agar pembangunan Jembatan Pasar Rumbio dapat kembali dilanjutkan oleh pemerintah,” ujar Bustami HY, mantan Sekda Bengkalis, saat memandu musyawarah.

Musyawarah tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Kenegerian Umbio, di antaranya Prof. Munzir Hitami, Prof. Masadi, Dr. Nurhamin, Datuk Kampar Dr. (HC) H. Munasir, Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri, Anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi, Datuok Godang Kenegerian Umbio Edi Susanto beserta para datuok dari seluruh persukuan, Camat Kampar dan Camat Rumbio Jaya, 12 kepala desa se-Kenegerian Umbio, serta puluhan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam forum tersebut juga disepakati pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang terdiri dari 13 orang dari berbagai unsur dan latar belakang keilmuan. Datuk Kampar H. Munasir dipercaya sebagai ketua tim.

“Jembatan ini sangat penting untuk menghubungkan 12 desa di Kenegerian Umbio. Kami akan segera bergerak, dimulai dari menggalang dukungan masyarakat di seluruh desa, hingga melakukan audiensi dengan pemerintah, baik Bupati Kampar, Gubernur Riau, maupun Kementerian PUPR,” tegas Munasir.

Berbagai pandangan dan masukan turut disampaikan dalam musyawarah tersebut demi percepatan pembangunan jembatan. Salah satunya disampaikan Jayusman, mantan Kabid Dispora Riau.

“Kami merasakan adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur antara Kenegerian Umbio dengan kenegerian lainnya. Hal ini membuat kami, anak kemenakan, merasa miris karena daerah kami seolah kurang mendapat perhatian,” ujarnya.Usai musyawarah, ninik mamak dan tokoh masyarakat langsung meninjau kondisi tiang pancang penyangga jembatan yang hingga kini masih terbengkalai.(Rls)

Berita Terkait

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing
Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi
Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan
Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan
Merah Putih Berkibar di Hati Masyarakat, Sat Intelkam Polres Kuansing Bagikan Bendera Jelang HUT RI ke-81
Unggul di Enam Kategori, Polda Riau Juara Umum Ketahanan Pangan Polri
Jalan Benai Jadi Sorotan, Plt Bupati Kuansing Kejar Realisasi MoU ke Jakarta
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:03 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan

Berita Terbaru