Rokok Ilegal Feloz Kian Menggurita, Diduga Big Bos Bernama Arif Budiman, Bea Cukai Diminta Putus Mata Rantai Peredaran

Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Barat – Peredaran rokok ilegal di Sumatera Barat dan Riau semakin meresahkan. Jenis rokok tanpa pita cukai, dengan pita cukai palsu, pita cukai bekas, hingga pita cukai yang tidak sesuai, terus bebas beredar di pasaran. Salah satunya adalah rokok merek Feloz, yang dengan mudah dijumpai di warung-warung kecil hingga kedai eceran.

Bagi masyarakat awam, membedakan rokok legal dan ilegal nyaris mustahil. Namun harga murah kerap menjadi indikator utama bahwa rokok tersebut masuk kategori ilegal. Rokok semacam ini tidak hanya merugikan negara karena menghindari kewajiban cukai, tetapi juga sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Seorang pria berinisial N (38) mengaku mengalami batuk parah dan mual-mual setelah mencoba rokok merek Feloz.
“Awalnya tertarik karena harganya murah dan ada rasa mentolnya, tapi setelah saya hisap, malah membuat batuk hingga sekarang belum reda,” ungkapnya, Minggu (01/12/2024).

Fenomena ini memperlihatkan bahwa rokok ilegal seperti Feloz tidak hanya menggerogoti penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga menciptakan iklim usaha tidak sehat dan mendorong maraknya perokok pemula, terutama kalangan remaja, akibat harganya yang sangatt murah.

Lebih parah lagi, kandungan rokok ilegal tersebut tidak jelas. Mulai dari nikotin yang bersifat adiktif lebih kuat dari morfin, tar penyebab kanker, karbon monoksida, hingga zat beracun lain yang bisa menyebabkan muntah darah bagi konsumennya.

Di balik derasnya peredaran rokok ilegal merek Feloz ini, muncul dugaan kuat bahwa ada aktor besar yang bermain. Nama Arif Budiman santer disebut sebagai big bos yang mengendalikan distribusi rokok tersebut. Meski peredaran Feloz sudah pernah tersentuh operasi aparat, namun faktanya hingga kini rokok ini masih dengan mudah didapati di pasaran, khususnya di Sumatera Barat dan Riau.

Masyarakat mendesak Bea Cukai dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas memutus mata rantai distribusi rokok ilegal ini. Jika dibiarkan, peredaran rokok tanpa cukai seperti Feloz akan terus menjadi ancaman, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi stabilitas ekonomi negara.

“Sudah saatnya aparat serius membongkar mafia rokok ilegal ini. Jangan hanya pedagang kecil yang jadi korban, tapi otak besar di balik bisnis haram ini harus ditangkap,” ujar salah seorang aktivis pemerhati kebijakan publik di Sumbar.

Kini publik menunggu, apakah Bea Cukai berani menindak dan memutus jaringan distribusi yang diduga dikendalikan oleh Arif Budiman, atau justru kembali tutup mata membiarkan rokok ilegal terus merajalela di negeri ini.

Berita Terkait

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing
Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI
Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi
Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan
Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan
Merah Putih Berkibar di Hati Masyarakat, Sat Intelkam Polres Kuansing Bagikan Bendera Jelang HUT RI ke-81
Unggul di Enam Kategori, Polda Riau Juara Umum Ketahanan Pangan Polri
Jalan Benai Jadi Sorotan, Plt Bupati Kuansing Kejar Realisasi MoU ke Jakarta
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

525 Rakit PETI Dimusnahkan, 17 Tersangka Diciduk Polda Riau di Kuansing

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Patroli Bersama Dubalang, Kapolres Kuansing Pastikan Aliran Sungai Batang Kuantan dan Singingi Bersih dari Aktivitas PETI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Operasi PETI Kuantan Merah Putih Presisi 2026, 525 Rakit Dimusnahkan di Kuantan Singingi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:03 WIB

Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, 500 Hektare Mangrove Disiapkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Titip Harapan di Sekolah Rakyat, 392 Anak Riau Siap Menatap Masa Depan

Berita Terbaru