KUANTAN SINGINGI – Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) H Saifullah Afrianto yang terkenal dengan panggilan Yan Tembak menyebut Pemerintah daerah sebagai bagian dari pelaku pemerintahan yang mengemban amanah rakyat dituntut untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, berlandaskan akal sehat dan nilai keimanan. Pengabdian yang tulus kepada masyarakat diyakini akan meninggalkan jejak kebaikan yang selalu dikenang sepanjang masa.
Dalam konteks otonomi daerah, kata dia, kemandirian menjadi tujuan utama yang harus dicapai. Ketergantungan terhadap pemerintah pusat tidak lagi dapat dijadikan sebagai landasan utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Sebaliknya, daerah dituntut mampu menggali dan mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Berbagai sektor dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD, di antaranya sektor pertambangan, perkebunan, peternakan, pariwisata, hingga pengembangan industri. Selain itu, optimalisasi retribusi daerah juga menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat keuangan daerah,” ungkap Yan Tembak mantan Wakil Ketua DPRD Kuansing kepada awak media pada Senin 27/4/2026.
Salah satu gagasannya adalah mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk turut berkontribusi kepada daerah, misalnya melalui skema partisipasi sebesar Rp5 per kilogram dari produksi Tandan Buah Segar (TBS). Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan tambahan pemasukan tanpa membebani secara signifikan pihak perusahaan.
“Pemerintah daerah bersama DPRD juga dituntut untuk mengambil langkah-langkah cerdas dan inovatif, seperti merumuskan peraturan daerah (perda) yang dapat membuka peluang sumber PAD baru, dengan tetap mengacu dan tidak bertentangan pada regulasi yang lebih tinggi,” sebut nya.
Selain itu, menurut dia, masih terdapat potensi lain yang dinilai sangat menjanjikan, yakni pengelolaan sumber daya sungai. Pemerintah daerah dapat mempertimbangkan investasi berupa pembelian kapal keruk untuk mengangkat pasir dan batu dari aliran sungai, seperti di Batang Kuantan. Material tersebut kemudian dapat ditampung dan dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih kompetitif.
Langkah ini dinilai memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian sungai dari pendangkalan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. Dengan kata lain, satu kebijakan dapat memberikan berbagai keuntungan sekaligus.
Dengan berbagai upaya strategis tersebut, diharapkan daerah mampu tumbuh lebih mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa.
“Majulah negeriku,” pungkas H Saifullah Afrianto yang terkenal dengan panggilan Yan Tembak mantan Wakil Ketua DPRD Kuansing.







