Solok –Hutan lindung Jorong Kipek, Kenagarian Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, perlahan kehilangan harapannya. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus berjalan, diduga dikendalikan oleh seorang pria berinisial Anton, yang disebut warga sebagai pemodal sekaligus bos tambang lama di wilayah tersebut.
Warga menyebut Anton mengoperasikan dua unit ekskavator bermerek CAT yang setiap hari mengoyak hutan lindung. Pernyataan Anton sebelumnya yang mengaku hanya memiliki satu alat berat kini dipertanyakan, sebab hingga Senin (2/2/2026) dua unit ekskavator masih terlihat aktif bekerja.
Upaya konfirmasi awak media tak mendapat jawaban. Pesan WhatsApp dibaca, namun diabaikan. Ironisnya, pada Selasa (3/2/2026) Anton justru menghubungi media melalui nomor kerabatnya dan melontarkan ucapan bernada tinggi serta intimidatif.
“Bukan saya tadi bang, itu Anton,” ujar Kaciak, pemilik nomor tersebut.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan “Anton itu bos tambang. Alatnya dua unit. Sudah lama beroperasi di Kipek.” ungkapnya
Saat kembali dikonfirmasi, Anton hanya menjawab singkat dan dingin:
“Emang kenapa bos, bodo amat.”
Bagi warga, kalimat itu terasa seperti pengabaian atas nasib hutan dan masa depan mereka.
Sumber terpercaya menyebut Anton sebagai pemain lama PETI, bahkan aktivitas ini diduga berlangsung di bawah bayang-bayang pembiaran aparat.
Kini, yang tersisa hanyalah kesedihan, kemarahan, dan harapan terakhir agar negara hadir. Sebelum hutan lindung Kipek benar-benar hilang, dan
kepercayaan masyarakat ikut runtuh bersamanya.







