RIAU – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi sekaligus pesan tegas dalam rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Senin (24/8/2026). Di tengah langit Riau yang masih tertutup asap tebal, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mendapat pujian sekaligus janji kenaikan jabatan – dengan syarat api benar-benar dipadamkan. Namun yang paling menohok, Prabowo memperingatkan korporasi nakal: siapa pun yang terbukti terlibat pembakaran hutan, izinnya akan dicabut tanpa ampun.
“Saya benar-benar gembira melihat penanganan saudara-saudara. Langkah-langkah preventif kalian juga cukup bagus,” kata Prabowo terkesima setelah mendengar laporan Kapolda Herry. Bahkan istilah “gotong royong” yang dipakai Kapolda dalam penanganan karhutla mendapat respon positif dari Presiden. “Aku senang, tadi istilah anda itu gotong royong. Saya suka sekali. TNI-Polri, semua jalur, unsur pemerintah daerah dan sipil, semua bergerak,” ujarnya.
Prabowo kemudian menanyakan masa tugas keduanya di Riau. “Pangdam sudah berapa lama di sini?” tanya Presiden. “Siap, 1 tahun,” jawab Pangdam Agus. “Kapolda?” lanjut Prabowo. “Siap, baru 1 tahun lebih, Bapak,” jawab Kapolda Herry.
Presiden pun memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menyiapkan kenaikan jabatan bagi keduanya. Tapi ada syarat tegas: penanganan karhutla harus tuntas lebih dulu.
“Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 hektar karhutla selesai, Panglima TNI, Kapolri,” kata Prabowo sambil tersenyum. “Anda tahu saya kan. Kalau tak beres, saya bicaranya ketus. Tapi kalau bagus, saya bicaranya bagus. Saya berbesar hati. Begitu 900 hektare selesai, saya minta laporannya. Kita harus menghormati kerja keras,” tegasnya.
Namun di balik apresiasi itu, Prabowo memberikan peringatan yang jauh lebih keras kepada pihak yang menjadi biang keladi karhutla – perusahaan nakal yang diduga sengaja membakar hutan demi keuntungan. Presiden menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi korporasi yang melanggar aturan lingkungan.
“Kalau ada korporasi yang menyuruh, saya minta polisi segera selidiki,” tegas Prabowo. Kepolisian, kejaksaan, dan intelijen diperintahkan bergerak bersama mengumpulkan bukti keterlibatan perusahaan. “Kalau ada indikasi, segera laporkan, izinnya akan segera saya cabut.”
Prabowo menegaskan, langkah pencabutan izin ini berlaku bagi seluruh korporasi – tanpa melihat skala bisnis maupun kepentingan pihak manapun. Tidak ada yang kebal hukum. Jika penyelidikan menemukan bukti kuat, pemerintah tidak akan ragu merampas hak usaha perusahaan tersebut.
Presiden juga menyoroti peran krusial kepolisian dalam memastikan proses hukum berjalan tanpa kelonggaran. Aparat diminta tetap waspada dan tidak memberi celah bagi pelaku pembakaran hutan untuk lolos dari jerat hukum.
Di saat TNI dan Polri berjuang memadamkan api dan dijanjikan penghargaan atas kinerja terbaiknya, pesan Prabowo menggema keras: kerja keras aparat tidak akan ada artinya jika perusahaan nakal terus dibiarkan membakar hutan demi keuntungan. Mereka yang merusak masa depan Riau, akan kehilangan izinnya.







