Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau kini mendapat ruang untuk ikut mengelola perkebunan kelapa sawit – komoditas yang selama ini menjadi denyut nadi ekonomi daerah. Izin dari PT Agrinas bukan sekadar formalitas, melainkan pintu masuk bagi daerah untuk berdiri lebih tegak di atas kekuatan sendiri.
Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan kabar ini dalam rapat paripurna DPRD Riau. Namun lebih dari sekadar laporan resmi, ini adalah sinyal bahwa Riau tidak lagi hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.
“Ini kabar baik. Kita diberi peluang untuk terlibat langsung, dan itu berarti ada harapan baru untuk meningkatkan PAD,” ujarnya.
Di balik angka-angka pendapatan, ada wajah-wajah masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor ini. Ada harapan tentang lapangan kerja, tentang ekonomi keluarga yang lebih stabil, dan tentang masa depan yang lebih pasti di sekitar hamparan kebun sawit.
Langkah ini menjadi penting – bukan hanya untuk menambah kas daerah, tetapi untuk memastikan bahwa kekayaan alam Riau benar-benar kembali memberi manfaat bagi rakyatnya.
Ke depan, pembahasan teknis akan segera dilakukan. Pola kerja sama, sistem pengelolaan, hingga pembagian hasil akan dirumuskan bersama. Ini adalah fase krusial yang akan menentukan apakah peluang ini benar-benar menjadi lompatan besar, atau sekadar lewat begitu saja.
Riau sedang berada di persimpangan: tetap berjalan di tempat, atau melangkah maju dengan kendali yang lebih kuat atas sumber dayanya sendiri.







