Warga Terdampak Banjir Tagih Kepedulian PT PCS, Bantuan Dinilai Belum Kunjung Terealisasi

Senin, 11 Mei 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logas Hilir – Warga Desa Logas Hilir, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, menaruh harapan besar terhadap kepedulian dan bantuan nyata dari pihak PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS) setelah banjir yang diduga akibat jebolnya kolam di area PKS perusahaan tersebut merendam permukiman warga.

Hingga kini, masyarakat mengaku masih menunggu langkah konkret dari pihak perusahaan untuk membantu warga yang terdampak. Sejumlah rumah dilaporkan masih terendam, sementara aktivitas warga sehari-hari terganggu akibat genangan air yang belum sepenuhnya surut.

Kekecewaan warga pun mulai menguat lantaran bantuan yang diharapkan belum juga kunjung diterima. Warga menilai perusahaan seharusnya dapat bergerak cepat dan hadir di tengah masyarakat saat musibah terjadi.

“Kami sangat kecewa dengan PT PCS. Sampai saat ini kami belum mendapatkan bantuan. Dalam waktu dekat kami akan mempertanyakan langsung kepada pihak perusahaan terkait kepedulian mereka terhadap masyarakat terdampak banjir,” ungkap seorang warga, Senin malam.

Masyarakat juga menyatakan siap untuk meminta kejelasan serta pertanggungjawaban atas dampak banjir yang mereka alami. Warga berharap PT PCS tidak tinggal diam dan segera turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan.

Selain menunggu bantuan dari perusahaan, warga juga mendesak adanya perhatian serius dari pemerintah daerah serta instansi terkait untuk memastikan penyebab banjir diusut secara menyeluruh dan dilakukan penanganan cepat terhadap dampaknya.

Bagi warga Logas Hilir, kehadiran perusahaan di tengah musibah ini dinilai bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas perusahaan.

Sementara itu, Kepala Desa Logas Hilir, Rasidi, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan perusahaan agar bantuan segera disalurkan kepada warga terdampak.

“Benar, saya sudah melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan untuk segera memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir. Saat ini pihak perusahaan masih dalam proses pengajuan kepada manajemen,” tegasnya, Senin malam (11/05/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS) belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan harapan masyarakat terdampak banjir tersebut.

Berita Terkait

Pengecekan Tanaman Jagung Dukung Program Swasembada Pangan 2026 di Desa Tanjung Berjalan Lancar
Kerja DLH dan PT PCS Disorot, Dugaan Kolam Limbah Jebol Rendam Rumah Warga di Logas Hilir
Polsek Kuantan Mudik Fasilitasi Restorative Justice (RJ) Kasus Pencurian Buah Kelapa Sawit
Kapolres Kuansing Grand Policing di Singingi Hilir, Ajak Masyarakat Jaga Hutan dan Cegah Karhutla
Polisi Cinta Petani, Kapolres Kuansing Bersama Kelompok Tani Panen Raya 21 Ton Jagung Pipil
Diduga Kolam Limbah PT PCS Jebol, Rumah Warga Kebanjiran – LSM KPK RI Kuansing Desak Dinas Terkait Turun Tangan dan Bertindak Tegas
Polsek Hulu Kuantan Cek Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Tanjung Medang, Dukung Program Swasembada Pangan 2026
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan PETI di Sungai Tanalo Ulu, Lima Rakit Dimusnahkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 13:08 WIB

Warga Terdampak Banjir Tagih Kepedulian PT PCS, Bantuan Dinilai Belum Kunjung Terealisasi

Senin, 11 Mei 2026 - 12:15 WIB

Pengecekan Tanaman Jagung Dukung Program Swasembada Pangan 2026 di Desa Tanjung Berjalan Lancar

Senin, 11 Mei 2026 - 11:04 WIB

Kerja DLH dan PT PCS Disorot, Dugaan Kolam Limbah Jebol Rendam Rumah Warga di Logas Hilir

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:35 WIB

Polsek Kuantan Mudik Fasilitasi Restorative Justice (RJ) Kasus Pencurian Buah Kelapa Sawit

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:32 WIB

Kapolres Kuansing Grand Policing di Singingi Hilir, Ajak Masyarakat Jaga Hutan dan Cegah Karhutla

Berita Terbaru